Home / Aceh Besar / Pemerintah

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:55 WIB

Syech Muharram Tegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru Masehi di Aceh Besar

mm Tiara Ayu Juneva

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memberikan keterangan pers terkait perayaan pengantian tahun baru disela peninjauan Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memberikan keterangan pers terkait perayaan pengantian tahun baru disela peninjauan Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram menegaskan bahwa tidak akan ada perayaan penyambutan Tahun Baru Masehi di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Penegasan tersebut disampaikan Bupati usai melakukan peninjauan ke Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025).

Menurut Syech Muharram, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat Aceh yang saat ini sedang dilanda musibah bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Ia menilai, suasana duka yang masih menyelimuti masyarakat tidak pantas disandingkan dengan euforia perayaan tahun baru.

Baca Juga :  Disdikbud Aceh Besar Serahkan Donasi Rp158 Juta untuk Korban Banjir, Wabup Syukri Apresiasi Kepedulian Guru dan Siswa

“Di Aceh Besar tidak ada perayaan tahun baru, dan kami juga berharap seluruh wilayah Aceh melakukan hal yang sama,” tegas Bupati.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah bersama masyarakat tengah fokus melakukan pembenahan dan pemulihan pascabencana. Proses pemulihan tersebut masih terus berlangsung, seiring dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi, sehingga kondisi lingkungan di sejumlah kawasan belum sepenuhnya kembali normal.

Oleh karena itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Masyarakat diharapkan cukup menunggu pergantian tahun dengan cara yang sederhana, tanpa membakar mercon, petasan, atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.

Baca Juga :  Kadis Pertanian Aceh Besar Ikuti Rakor Monitoring Percepatan Optimalisasi Swasembada Pangan Nasional

“Pelarangan ini bukan tanpa alasan. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat musibah yang baru saja terjadi, serta wujud empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan,” ujar Syech Muharram.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa pengamanan malam pergantian tahun tetap disiapkan oleh aparat terkait sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Namun, ia kembali menekankan bahwa pengamanan tersebut bukan untuk perayaan, melainkan untuk memastikan kondisi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga :  Ombudsman: Mari Pastikan Tidak Ada Pungli dan Kecurangan pada SMPB/PPDB 2025

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut demi menjaga stabilitas daerah, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan solidaritas sosial di tengah kondisi duka yang sedang dialami bersama.

Dengan sikap saling peduli dan menahan diri, Bupati meyakini Aceh Besar dan Aceh secara umum akan mampu melewati masa sulit ini dan bangkit kembali dengan semangat kebersamaan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Musyawarah Petani Pasca Bencana, Serap Aspirasi Pemulihan Sektor Pertanian

Aceh Besar

Razia Busana di Aceh Besar, Temukan Temukan Pria Pakai Celana Pendek dan Wanita Pakaiannya Ketat

Aceh Besar

Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Bupati Aceh Besar Temui Kementerian Komunikasi dan Digital RI

Aceh Barat

Aceh Barat Tindaklanjuti Lahan Terminal Tipe A untuk Pembangunan Sekolah Rakyat PSN

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Perkuat Peran Pemuda dalam Penanggulangan Bencana

Aceh Besar

Samakan Persepsi Pengelolaan Dana Desa 2026, Camat Kuta Baro Gelar Rakor
MTQ Aceh

Aceh Besar

Enam Qari Aceh Besar Tampil di MTQ Aceh 2025

Aceh Besar

YARA Kritik DPRK Aceh Besar Bungkam Soal THR Guru, Dana Disebut Sudah Ada di Kas Daerah