Home / Daerah / News

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:01 WIB

YARA Abdya Soroti Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

mm Abdul Rani

Suhaimi, Ketua YARA Perwakilan Abdya. Foto. Dok. A.Rani/Acehnow

Suhaimi, Ketua YARA Perwakilan Abdya. Foto. Dok. A.Rani/Acehnow

Abdya – Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih yang mulai berjalan di sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menuai kritik dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya.

Proyek tersebut dinilai dilaksanakan secara tergesa-gesa, minim perencanaan, dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ketua YARA Abdya, Suhaimi, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan sejak awal pelaksanaan pembangunan di lapangan. Ia menilai proyek tersebut tidak mencerminkan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam penggunaan anggaran negara.

“Dari hasil pemantauan kami, pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih ini terkesan dipaksakan dan tidak melalui perencanaan yang matang. Kondisi ini sangat berisiko dan berpotensi menjadikan proyek tersebut mangkrak,” ujar Suhaimi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Kapolda Marzuki Kunker ke Aceh Tengah, Tegaskan Pelayanan Humanis

Suhaimi, yang akrab disapa Ketua Shemy, menjelaskan bahwa salah satu temuan utama YARA adalah tidak ditemukannya papan informasi proyek di sejumlah lokasi pembangunan. Padahal, menurutnya, setiap kegiatan yang bersumber dari anggaran negara wajib memuat informasi terbuka kepada publik, mulai dari nilai anggaran, sumber dana, hingga pelaksana kegiatan.

“Ketiadaan plang proyek jelas melanggar prinsip transparansi. Ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan menunjukkan lemahnya pengawasan,” tegasnya.

Selain masalah transparansi, YARA juga menyoroti penentuan lokasi pembangunan gerai koperasi yang dinilai tidak mempertimbangkan aspek kelayakan dan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat. Beberapa lokasi, kata Suhaimi, berada jauh dari pusat aktivitas warga, rawan terdampak banjir, serta sulit diakses.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Hadiri Pawai Takbir Keliling Sambut Iduladha 1446 H

“Kalau secara lokasi saja sudah tidak mendukung aktivitas ekonomi, maka tujuan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat patut dipertanyakan,” katanya.

Lebih lanjut, Suhaimi mengungkapkan bahwa sejumlah keuchik di Abdya mengaku tidak dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan. Bahkan, ada kepala desa yang baru mengetahui adanya proyek tersebut setelah material dan peralatan pembangunan tiba di wilayahnya.

“Ini jelas bertentangan dengan prinsip pembangunan berbasis desa. Keuchik seharusnya menjadi aktor utama dalam setiap keputusan pembangunan di gampong,” ujar Suhaimi.

Tak hanya itu, YARA juga menilai proyek tersebut abai terhadap prinsip pemberdayaan masyarakat lokal. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian besar tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan gerai koperasi berasal dari luar Kabupaten Aceh Barat Daya.

Baca Juga :  Polsek Pintu Rime Gayo Imbau Warga Kibarkan Merah Putih dan Tingkatkan Kewaspadaan Sambut HUT RI ke-80

“Sangat ironis. Program yang mengusung semangat ekonomi kerakyatan justru tidak memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat sebagai tenaga kerja,” tambahnya.

Atas berbagai temuan tersebut, YARA Abdya mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya serta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih. YARA juga meminta agar pelaksanaan proyek dihentikan sementara hingga seluruh aspek perencanaan, legalitas, dan transparansi dipastikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami tidak ingin koperasi yang sejatinya menjadi tulang punggung ekonomi rakyat justru berakhir sebagai bangunan tanpa fungsi,” pungkas Suhaimi.

Editor: RedaksiReporter: Abdul Rani

Share :

Baca Juga

Kasdam IM

Daerah

Kasdam IM Kenang Jasa Pahlawan di TMP Banda Aceh

Daerah

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Aceh Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Disabilitas hingga Lansia

Daerah

Itjen Kemenag Latih Auditor Perkuat Pengawasan ASN dan Tata Kelola Anggaran
Pangdam IM

Daerah

Pangdam IM Tutup TMMD ke-126 di Aceh Tengah Penuh Makna

Daerah

Kapolda Aceh Harap Pejabat yang Baru Segera Fokus Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Daerah

Surati OJK, Haji Uma Minta Kegiatan Publik di Aceh Sesuai Nilai Syariat Islam dan Budaya Lokal

Daerah

Operasi Patuh Seulawah 2025: Polres Bener Meriah Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Daerah

BREAKING NEWS – Denintel Kodam IM Tangkap Tangan Pelaku Penimbun Gas Oplosan di Banda Aceh