Home / News / Pemerintah Aceh

Rabu, 16 April 2025 - 18:48 WIB

Marlina Perkuat PKK Aceh, Jemput Dukungan Nasional demi Dampak Nyata ke Desa

Redaksi

Marlina Perkuat PKK Aceh, Jemput Dukungan Nasional demi Dampak Nyata ke Desa. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Marlina Perkuat PKK Aceh, Jemput Dukungan Nasional demi Dampak Nyata ke Desa. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Tim Penggerak PKK Aceh terus memperkuat sinergi program keluarga dengan visi pembangunan Pemerintah Aceh. Upaya ini diwujudkan melalui pertemuan koordinasi yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, bersama jajaran pengurus inti di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu, 16 April 2025.

Pertemuan tersebut membahas optimalisasi kinerja organisasi dan memperkuat kebermanfaatan program yang selama ini telah berjalan. Marlina menegaskan, TP PKK harus bekerja lebih maksimal, tidak hanya dalam aspek formalitas, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga-keluarga yang selama ini belum tersentuh secara merata.

“Kita ingin kehadiran PKK dirasakan nyata oleh masyarakat hingga ke gampong-gampong. Program kita harus adil, merata, dan berpihak pada mereka yang paling membutuhkan,” ujar Marlina.

Baca Juga :  Gubernur dan Istri Bersilaturahmi di Kampung Halaman, Disambut Antusias Warga

Ia juga meminta para ketua kelompok kerja (pokja) dan pengurus lainnya untuk lebih aktif menyelaraskan program kerja yang sudah ada dengan peluang-peluang baru, baik yang bersumber dari daerah maupun dari pusat.

Pernyataan Marlina bukan tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, ia melakukan serangkaian kunjungan ke Jakarta untuk menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian dan organisasi nasional. Tujuannya, membuka pintu kolaborasi dan menyampaikan langsung berbagai kebutuhan Aceh, terutama yang bisa diintervensi lewat peran PKK.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh dan Ketua YJI Bahas Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Jantung Remaja dan Perempuan

Di antara yang ditemui adalah Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, serta istrinya, Safriati, yang merupakan Ketua IV PKK Pusat Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan. Marlina menyebut, pertemuan tersebut membuka ruang tukar pengalaman serta mempererat kembali hubungan kerja antara pusat dan daerah.

Selain itu, Marlina juga bertemu dengan Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Dr. Gogot Suharwoto, guna membahas penguatan pendidikan anak usia dini di Aceh.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dekranasda Aceh, ia turut menyuarakan dukungan bagi pelaku UMKM dan sektor kreatif kepada Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenparekraf, Adinda Yuanita Harsya.

Baca Juga :  Pangdam IM Tinjau langsung Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL Yonif 114/SM di PMPP

Isu kesehatan perempuan dan remaja juga menjadi perhatian. Marlina menjajaki peluang kerja sama dengan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Annisa Pohan, untuk memperluas kampanye kesadaran kesehatan jantung di Aceh.

Menurut Marlina, seluruh pertemuan di Jakarta itu merupakan bagian dari strategi “menjemput bola”, agar PKK Aceh tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jejaring kerja nasional yang solid dan berkelanjutan.

“Kita tidak hanya bicara program. Kita bicara bagaimana kerja-kerja kita benar-benar sampai ke masyarakat dan memberi dampak nyata. Itu yang sedang kita kejar bersama,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp26,7 Miliar dari PT PEMA 

Pemerintah Aceh

‎Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

Pemerintah Aceh

Mendagri Dijadwalkan Hadir, Penutupan Aceh Ramadhan Festival Digelar di Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah Aceh

DPKA Aceh Hadirkan Ruang Baca Ramah Anak untuk Tumbuhkan Minat Literasi Sejak Dini

Pemerintah Aceh

Plt Kadisdik Aceh Dorong Sekolah Berjiwa Wirausaha, Aset Negara Harus Produktif

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Harap BNPB Tambah Program Mitigasi Bencana

Aceh Besar

Plh Sekda Aceh Besar Lepas 393 CJH Kloter 11

News

BKPSDM Aceh Utara Ingatkan ASN Puskesmas Taat Jam Kerja, Sanksi Tegas Menanti yang Membandel