Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Sebanyak 402.197 Rumah Rusak Akibat Bencana di Aceh, Pemda Diminta Perbarui Data

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA/Biro terkait, saat memimpin rapat koordinasi pemutakhiran rencana kebutuhan rumah pascabencana hidrometeorologi Aceh yang diikuti para Bupati/Wali Kota terdampak bencana secara virtual, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (20/10/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA/Biro terkait, saat memimpin rapat koordinasi pemutakhiran rencana kebutuhan rumah pascabencana hidrometeorologi Aceh yang diikuti para Bupati/Wali Kota terdampak bencana secara virtual, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (20/10/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat kerja sama untuk memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana dapat dituntaskan sesuai target pada 2027.

Hal itu disampaikan Dek Fadh saat memberikan arahan dalam rapat pemutakhiran Rencana Induk (Renduk) kebutuhan rumah pascabencana di Aceh secara virtual dari Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10/2026). Rapat tersebut diikuti jajaran pemerintah kabupaten dan kota se-Aceh.

Dek Fadh menegaskan, salah satu hal yang harus dipastikan pemerintah daerah adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak terkendala hanya karena lahan belum disiapkan ketika proses pengerjaan akan dimulai.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Ikuti Rakor Pencegahan Korupsi KPK Bersama Pemerintah Aceh

“Untuk masalah rumah ini, 2026–2027 harus siap semua. Tanggung jawab kepala daerah menyediakan lahan. Tahun 2027 harus sudah siap. Jangan sampai rumahnya siap dibangun, tetapi lahannya tidak ada,” kata Dek Fadh.

Berdasarkan pemutakhiran data pemerintah kabupaten dan kota, tercatat sebanyak 402.197 unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana. Jumlah itu terdiri atas 50.396 unit rusak berat, 73.097 unit rusak sedang, dan 278.704 unit rusak ringan.

Dari 50.396 rumah rusak berat yang membutuhkan pembangunan baru, sebanyak 18.030 unit akan dibangun secara komunal oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di atas lahan yang disediakan pemerintah. Sementara itu, 32.366 unit lainnya akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di atas lahan yang disediakan korban banjir.

Baca Juga :  Taufik Hadiri Maulid Nabi di Dayah Darul Musthafa Cot Madhi

Dek Fadh juga mengingatkan bahwa angka kebutuhan rumah masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi, validasi, dan pembahasan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus memperbarui data rumah rusak melalui aplikasi Jitupasna agar kebutuhan pembangunan dapat teridentifikasi dengan tepat.

Sementara itu, Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Wahyu Bintono Hari Bawono, turut meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperlancar pembangunan huntap di Aceh.

Ia menyampaikan, sebanyak 50 paket pekerjaan pembangunan huntap di Aceh telah menandatangani kontrak pada tahun 2026. Para pemenang proyek juga telah dikumpulkan di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendapatkan arahan agar pekerjaan dilaksanakan tepat waktu, tepat hasil, dan tepat guna.

Baca Juga :  Paripurna DPRA: Muzakir Manaf Paparkan LKPJ 2025, dari Bencana hingga Penurunan Kemiskinan

Wahyu mengakui pembangunan menghadapi tantangan waktu karena harus mengejar target hingga akhir tahun. Meski demikian, ia berharap hal tersebut tidak menghambat pembangunan huntap komunal.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota berkoordinasi secara intensif dengan pelaksana proyek, terutama dalam penyediaan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi pembangunan.

Dukungan pemerintah daerah, menurut Wahyu, diperlukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan rumah yang dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.[]

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Aceh Larang Ekspor Karet Mentah, Distanbun Tekankan Hilirisasi di Daerah
Wagub

Pemerintah Aceh

Dipenutupan, Wagub Ajak Masyarakat Aceh Membumikan Nilai Al-Qur’an

Pemerintah Aceh

Dek Fadh Hadiri Tasyakuran Khaidir Abdurrahman dan Dua Putra Aceh di Jabatan Nasional

Pemerintah Aceh

Rapat APPSI di Bali, Sekda Aceh Dorong Optimalisasi DBH Migas untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Nasional

Kunjungan Kerja Mendagri di Aceh Tamiang, Serahkan Alat dan Logistik Pascabencana

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dorong PT POS Dukung Program KDMP dan Dapur MBG

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Buka Diskusi Internasional Peringati 20 Tahun Perdamaian Aceh

Pemerintah Aceh

Diklat Laskar Gerindra Aceh Diikuti 510 Kader, Dek Fadh Tekankan Soliditas Organisasi