Home / Peristiwa

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:30 WIB

Pria di Lhoksukon Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur Rumah Keluarga

mm Redaksi

Seorang pria bernama Mulki (34), warga Dusun Leubuk Layang, Gampong Blang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditemukan meninggal di dalam sumur rumah keluarganya pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Dok. Polres Aceh Utara

Seorang pria bernama Mulki (34), warga Dusun Leubuk Layang, Gampong Blang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditemukan meninggal di dalam sumur rumah keluarganya pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Dok. Polres Aceh Utara

Aceh Utara – Warga Dusun Leubuk Layang, Gampong Blang, Kecamatan Lhoksukon, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Mulki (34) di dalam sumur rumah keluarganya pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Nurul Sabita (31), saat hendak mengambil air wudhu. Ia mencium bau busuk dari sumur dan ketika menimba air, timba tersangkut sesuatu. Setelah disenter, terlihat tubuh korban berada di dasar sumur.

Baca Juga :  Hari Pengungsi Internasional pada 20 Juni: Mengingat Mereka yang Terlupakan

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Parlindungan Parhusip membenarkan adanya temuan tersebut. “Setelah laporan masuk, personel segera mendatangi TKP, melakukan olah tempat kejadian, serta berkoordinasi dengan tim Inafis,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, Mulki terakhir kali terlihat pada Jumat (22/8/2025) pagi oleh ibunya, Rosna (65), dalam kondisi mual-mual. Sejak Sabtu (23/8/2025), ia tidak lagi berada di rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam sumur.

Baca Juga :  Tiga Rumah Terbakar di Aceh Besar, 8 Freezer dan 5 Kulkas Ikut Habis Dilalap Si Jago Merah

Proses evakuasi dilakukan bersama masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB. Jenazah kemudian langsung dimandikan dan dishalatkan oleh pihak keluarga.

Hasil pemeriksaan medis dari dr. Diana, Puskesmas Lhoksukon, menyebut korban diperkirakan telah meninggal lebih dari delapan jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca Juga :  Polres Simeulue Gelar Rapat Koordinasi LLAJ, Fokus Tekan Angka Kecelakaan

“Informasi dari pihak keluarga dan masyarakat, korban memiliki keterbelakangan mental. Keluarga juga menolak dilakukan visum et repertum dan telah menandatangani berita acara penolakan,” tambah AKP Parlindungan.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pompanisasi Jadi Solusi Kekeringan, Pemkab Aceh Besar Bantu Sawah Petani Tetap Produktif

Peristiwa

Kebakaran Rumah Kos di Lueng Bata Banda Aceh Saat Sahur, Empat Kamar Hangus dan Satu Penghuni Terluka

Peristiwa

SAPA Minta MIN 5 Banda Aceh Kembalikan Biaya Pungutan ke Wali Murid seperti MIN 9 Lambhuk

Daerah

Komisi III DPRK Minta Pemko Banda Aceh Anggarkan Dana untuk Perawatan Rusunawa

Daerah

Jembatan Bailey Kuta Blang Macet Parah, Arus Banda Aceh–Medan Belum Lancar

Peristiwa

Respons Damkar Banda Aceh Terhambat, Minim Kesadaran Pengendara dan Warga Jadi Kendala Utama

Aceh Besar

Banting Setir, Satu Unit Mobil Toyota Avanza Terjun Bebas ke Sungai Indrapuri Aceh Besar

Peristiwa

Bus JRG Terlibat Kecelakaan di Pidie, Manajemen JRG Sampaikan Duka Mendalam