Home / Daerah

Minggu, 23 November 2025 - 14:00 WIB

Prajurit Kodam IM Dikerahkan Bantu Warga Korban Banjir Aceh Utara

mm Redaksi

Kodam Iskandar Muda Turunkan Pasukan Dukung Evakuasi Warga Terdampak Banjir. Dok. Pendam IM

Kodam Iskandar Muda Turunkan Pasukan Dukung Evakuasi Warga Terdampak Banjir. Dok. Pendam IM

Lhoksukon – Kodam Iskandar Muda (IM) mengerahkan prajuritnya ke lokasi banjir di Kabupaten Aceh Utara untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak. Ribuan penduduk di sejumlah kecamatan masih terjebak banjir setelah hujan deras melanda wilayah tersebut sejak Sabtu (22/11/2025).

“TNI harus hadir di tengah masyarakat yang sedang kesulitan. Seluruh prajurit di jajaran Kodam IM saya perintahkan untuk bergerak cepat membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan pengamanan wilayah rawan,” tegas Pangdam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Minta Pengukuran Ulang Lahan PTPN IV Cot Girek, Sengketa dengan Warga Memanas

Kodam IM turut menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) sebagai dukungan siaga penuh dalam menghadapi kemungkinan banjir susulan. “Pasukan ini merupakan ujung tombak dalam pengecekan kesiapan satuan Kodam IM untuk memastikan respons bencana dapat dilakukan secara sigap dan profesional,” ujarnya.

Baca Juga :  Hati-hati! Penipu Catut Nama Istri Gubernur Aceh Gentayangan di FB dan WA, Modus Bantu Modal Usaha

BPBD Aceh Utara melaporkan lebih dari 3.000 jiwa terdampak, sementara sekitar 1.400 warga mengungsi ke pos-pos aman. Sejumlah akses jalan terputus akibat tingginya genangan, terutama di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya, Seunuddon, Langkahan, dan Muara Batu.

“TNI akan bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan untuk memastikan keselamatan masyarakat,” kata Pangdam IM menambahkan bahwa tugas penanggulangan bencana merupakan amanat undang-undang.

Baca Juga :  Ditsamapta Polda Aceh Gelar Patroli Humanis di Hari Meugang, Pastikan Suasana Pasar Kondusif

Ia menegaskan prajurit di lapangan harus bekerja cepat dan humanis. “Kehadiran TNI harus membawa rasa aman, memberikan harapan, dan menumbuhkan kenyamanan bagi warga yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Banjir selama 54 hari hingga 15 Januari 2026.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolda Aceh Temui Pendemo

Daerah

Aceh Luncurkan SiJambang, Revolusi Digital Pelabuhan

Daerah

Sambut Tahun Ajaran Baru, Lettu Cpm Kaman Selian Motivasi Siswa MTsN 1 Takengon Jadi Pribadi Unggul

Daerah

ASN Kemenag Diminta Jadikan Agama Sumber Kedamaian dan Kasih Sayang

Daerah

Polresta Banda Aceh Gelar Bhakti Kesehatan Gratis untuk Santri Dayah Madani Al Aziziyah

Aceh Besar

Waspada! Nama Bupati Aceh Besar Dicatut untuk Modus Penipuan di Medsos

Daerah

BSI dan Danantara Santuni 5.000 Anak Yatim se-Indonesia, Aceh Tamiang Jadi Pusat Kegiatan Ramadan

Daerah

Dandim 0119/BM Resmikan Jembatan Aramco di Batin Baru, Akses Warga Kembali Lancar Pasca Bencana