Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:13 WIB

Peresmian Pesawat Simulasi SBSN 2025 di Banda Aceh, Wagub Minta Tiket Aceh–Jakarta Lebih Terjangkau

mm Tiara Ayu Juneva

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberikan sambutan pada acara Penyerahan Mock-Up Pesawat Kepada Asrama Haji Prov. Aceh, di Banda Aceh, Minggu, (15/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberikan sambutan pada acara Penyerahan Mock-Up Pesawat Kepada Asrama Haji Prov. Aceh, di Banda Aceh, Minggu, (15/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2/2026).

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Turut hadir Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, kepala SKPA terkait, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pelayanan haji di Aceh. Ia menegaskan, kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi calon jamaah haji.

“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jamaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Tinjau Korban Banjir Bandang Sawang Aceh Utara, 85 KK Mengungsi di Meunasah Paya Rubek

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan teknis dan mental jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan memperkuat kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih nyaman dan representatif.

Pada kesempatan tersebut, Fadhlullah juga mengaitkan kehadiran pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengingatkan kembali peran penting Aceh saat Agresi Militer Belanda 1947–1948, ketika wilayah ini menjadi salah satu daerah yang tidak berhasil diduduki.

Ia turut menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948, saat menyerukan penggalangan dana untuk pembelian pesawat guna mendukung perjuangan Republik yang tengah diblokade. Seruan tersebut disambut para saudagar yang tergabung dalam GASIDA bersama masyarakat Aceh, hingga berhasil mengumpulkan 120.000 dolar Malaya dan emas 20 kilogram.

Baca Juga :  DPMPTSP Aceh Cetak IKM 90,19, Pelayanan Publik Terpuji

Dana itu kemudian digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang selanjutnya berkembang menjadi Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dikenal dengan nama Seulawah RI 001 dan menjadi simbol solidaritas rakyat Aceh bagi kelangsungan Republik.

“Semua ini adalah bukti dan kenyataan betapa rakyat Aceh mencintai republik ini,” kata Fadhlullah.

Selain menyinggung sejarah, Wakil Gubernur juga menyampaikan keprihatinan terhadap tingginya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut ironis karena biaya perjalanan melalui Kuala Lumpur justru lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

Ia meminta pihak maskapai mempertimbangkan kondisi tersebut dan menyesuaikan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Fadhlullah juga berharap Garuda Indonesia dapat kembali mengoperasikan rute Banda Aceh–Medan guna memperkuat konektivitas Aceh dengan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Menerima Kunjungan Purna Praja IPDN Angkatan 32, Ini Pesannya

Selain itu, ia mendorong dibukanya penerbangan reguler langsung bagi jamaah umrah rute Aceh–Arab Saudi, mengingat jumlah jamaah umrah asal Aceh mencapai lebih dari 30 ribu orang setiap tahun.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Dirut Garuda, kami berharap dapat dilakukan penyesuaian sehingga harga tiket dan hal terkait lainnya yang selama ini memberatkan dapat teratasi,” ujarnya.

Fadhlullah juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang, sehingga setiap kebijakan kementerian di tingkat pusat diharapkan tetap mengedepankan kekhususan tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan di berbagai sektor di Aceh, termasuk pelayanan haji, umrah, serta transportasi udara.

“Komitmen Presiden terkait haji dan umrah, khusus untuk Aceh, luar biasa,” katanya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Dorong Akuntabilitas Pengadaan Barang/Jasa melalui Pencatatan Non Tender
Terowongan Geurutee

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong Pusat Percepat Terowongan Geurutee

Pemerintah Aceh

Ombudsman Aceh Tindaklanjuti Dugaan Pungutan Sertifikasi Guru, Gunakan Mekanisme RCO

Pemerintah Aceh

Syafrial: Tuduhan Sekda Aceh Kerahkan Buzzer Tidak Berdasar dan Cenderung Fitnah

Opini

Dinilai Tak Peka di Tengah Bencana, SAPA Desak Evaluasi dan Pembubaran BRA Aceh

Daerah

Bantuan Kemanusiaan PMI Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh, Wagub Aceh Apresiasi Solidaritas Nasional

Pemerintah Aceh

610 Pejabat Aceh Dikukuhkan, Diwarsyah Tekankan Integritas & Pelayanan

Daerah

Wagub Aceh Segera Bersurat ke Kemenkeu soal Pengelolaan Lahan dan Pelabuhan Kawasan KEK Arun