Home / Pemerintah Aceh

Minggu, 5 April 2026 - 17:51 WIB

Mulai 1 Mei 2026, JKA Tak Lagi untuk Semua: Pemerintah Aceh Prioritaskan Masyarakat Desil 1–7

mm Redaksi

Ilustrasi dukungan terhadap program JKA yang difokuskan bagi masyarakat kurang mampu di fasilitas kesehatan Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Ilustrasi dukungan terhadap program JKA yang difokuskan bagi masyarakat kurang mampu di fasilitas kesehatan Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Di tengah perdebatan publik terkait keadilan sosial dan efisiensi anggaran, Pemerintah Aceh mengambil langkah strategis dengan melakukan penyesuaian terhadap program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Mulai 1 Mei 2026, layanan kesehatan gratis melalui program JKA tidak lagi berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan ini ditegaskan melalui Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan penerima manfaat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Dalam regulasi tersebut, Pemerintah Aceh mengacu pada data kesejahteraan dari Kementerian Sosial yang membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok (desil). Penilaian tidak hanya didasarkan pada pendapatan, tetapi juga kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, serta jumlah tanggungan keluarga.

Baca Juga :  Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Bersama Revisi UUPA

Sebelumnya, seluruh masyarakat Aceh tanpa memandang status ekonomi ditanggung oleh program JKA. Namun kini, bantuan difokuskan kepada masyarakat Desil 1 hingga 7. Sementara itu, kelompok Desil 8, 9, dan 10 yang tergolong mampu diarahkan untuk menggunakan BPJS Kesehatan mandiri.

Meski demikian, Pemerintah Aceh tetap memberikan pengecualian bagi penderita penyakit katastropik yang masih berhak mendapatkan perlindungan kesehatan.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah tepat dalam meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah. Selama ini, terdapat kelompok masyarakat mampu yang terdaftar sebagai peserta JKA, namun jarang memanfaatkan layanan tersebut.

Bahkan, sebagian dari mereka lebih memilih berobat ke luar negeri dengan menggunakan asuransi swasta, sehingga iuran yang dibayarkan pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dinilai kurang tepat sasaran.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Terima Penghargaan Pimred Award 2025 di Banten

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, juga mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil di tengah tekanan fiskal yang cukup berat. Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang selama ini menjadi penopang utama pembangunan daerah mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 50 persen.

Dengan adanya pembatasan ini, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kelompok mampu dapat dialihkan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, serta mendukung program pemulihan ekonomi dan sosial, terutama pascabencana.

Baca Juga :  Plt Sekda Pimpin Rapat Persiapan MCSP KPK: Ini Kerja Kolektif, Bukan Sekadar Kepatuhan

Pemerintah berharap, kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjaga keberlanjutan program JKA di masa depan.

Di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadlullah (Dek Fadh), Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan keadilan sosial, dengan memastikan negara hadir untuk melindungi kelompok rentan tanpa membebani anggaran secara tidak tepat sasaran.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Takziah ke Rumah Duka Ibunda Bupati Aceh Timur

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Rapat Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Bali, Bahas Penguatan Kelembagaan dan DBH Migas

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat Bireuen, Pastikan Layak Belajar

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Pemerintah Aceh

Presiden Prabowo Kembalikan TKD Aceh Rp1,7 Triliun, Wagub Sampaikan Terima Kasih

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-80 RI di Banda Aceh

Pemerintah Aceh

BPK RI Serahkan LHP Kinerja dan Kepatuhan, Pemerintah Aceh Tekankan Akuntabilitas dan Good Governance