Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus berupaya memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat banjir Hidrometeorologi yang terjadi pada tahun 2025 silam yang telah mulai menunjukkan progres.
Secara bertahap Pemerintah telah menangani areal persawahan yang terdampak, mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat, sebagai bagian dari pemulihan sektor pertanian pascabencana.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kadis Pertanian dan pangan Kabupaten Pidie Jaya M. Nur kepada media ini, Rabu 26/8/2026.
” Alhamdulillah Untuk sawah dengan kategori rusak sedang, rehabilitasi seluas 141 hektare telah tuntas dikerjakan. Areal tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Bandar Dua dan Meurah Dua ” terang M. Nur
Lanjutnya, pemulihan sawah yang rusak akibat bencana Hidrometeorologi menjadi langkah penting untuk dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat untuk kegiatan budidaya tanaman pangan guna memulihkan ekonomi keluarga.
Sementara itu, penanganan sawah rusak ringan dengan luas mencapai 1.112 hektare telah di rampung dikerjakan sekitar 60 persen yang tersebar di seluruh kecamatan terdampak bencana.
” Untuk sawah rusak ringan telah rampung di kerjakan 60 persen dari luas 1.112 yang tersebar di seluruh kecamatan dalam kabupaten Pidie Jaya ” imbuhnya M. Nur.
Dengan berjalannya rehabilitasi pada dua kategori tersebut, perhatian kini mulai diarahkan pada lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih serius.
Untuk kategori rusak berat, pekerjaan sudah mulai dilaksanakan pada hari Senin (24/8). Salah satu lokasi awal penanganan berada di kawasan Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua dengan luas sawah sekitar 250 hektar. Pungkasnya (R).










