Home / Daerah / Pemerintah Aceh

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:42 WIB

Pemulihan Pascabanjir Aceh, Sekda Sinkronkan Data dengan Aliansi Mahasiswa

mm Redaksi

Sekda Aceh M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (13/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (13/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyinkronkan data lapangan sekaligus menjelaskan langkah-langkah strategis Pemerintah Aceh dalam menangani dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah.

Dalam audiensi itu, M. Nasir menjelaskan bahwa aspirasi mahasiswa terkait peningkatan status bencana menjadi bencana skala nasional harus melalui prosedur dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh terus bekerja maksimal. Saat ini fokus kita adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani dengan baik melalui koordinasi lintas sektor,” ujar M. Nasir.

Ia memaparkan, kondisi pengungsian saat ini berangsur membaik. Dari jumlah awal yang sempat mencapai sekitar satu juta jiwa, kini tersisa 155.000 pengungsi, meskipun secara keseluruhan dampak banjir menyentuh sekitar 2,5 juta jiwa.

Baca Juga :  Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Angka Kecelakaan Hari Kedelapan Ops Ketupat Seulawah 2025 Menurun

Terkait 31 korban yang masih dinyatakan hilang, M. Nasir menegaskan bahwa proses pencarian telah dihentikan setelah seluruh tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan dijalankan secara maksimal.

Untuk mengoptimalkan penanganan bencana, Pemerintah Aceh telah membentuk sembilan klaster penanganan bencana yang melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO). Ia memastikan ketersediaan logistik, khususnya beras, tetap menjangkau seluruh wilayah terdampak meskipun terdapat kendala akses dan cuaca.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga memprioritaskan pemulihan konektivitas, mengingat terputusnya sejumlah jembatan berdampak pada distribusi barang dan memicu kenaikan inflasi. Sebanyak 456 pos kesehatan juga akan dievaluasi efektivitasnya guna memastikan layanan medis tetap optimal.

Baca Juga :  Jembatan Bailey Kuta Blang Macet Parah, Arus Banda Aceh–Medan Belum Lancar

“Koordinasi terus kita perkuat dengan NGO, TNI AU, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di permukiman dan penyediaan lokasi penumpukan material sisa banjir,” tambah M. Nasir.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Mahasiswa se-Aceh, Habibi, menyampaikan bahwa mahasiswa telah turun langsung ke lapangan selama 22 hari di tiga wilayah terdampak dan berhasil menggalang donasi lebih dari Rp200 juta.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini terdapat hambatan komunikasi antara kalangan akademisi dan pihak eksekutif dalam penanganan pascabencana, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun instansi terkait.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Beserta Istri Silaturahmi dengan Pemkab Aceh Tengah

“Selama ini tidak ada komunikasi yang berjalan baik antara mahasiswa dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan instansi terkait,” kata Habibi.

Menurutnya, kurangnya koordinasi tersebut dapat menghambat efektivitas penyaluran bantuan dan program rehabilitasi, padahal mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.

Meski demikian, Habibi mengapresiasi terbukanya ruang dialog antara mahasiswa dan Pemerintah Aceh. Ia berharap audiensi ini menjadi momentum awal penguatan kolaborasi demi mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.

“Terima kasih atas ruang diskusi ini. Harapannya ke depan terbangun kolaborasi nyata antara mahasiswa dan Pemerintah Aceh untuk saling membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” tutupnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Kak Na: Abu Doto adalah Senior dan Tauladan Kita Semua

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Ikuti Rapat dengan Mendagri, Bahas Penyesuaian Dana TKD Rp10,65 Triliun untuk Daerah Terdampak Bencana

Daerah

Eks Kombatan GAM Dukung Sidak DPRK Bireuen ke Gudang BPBD, Soroti Dugaan Penimbunan Bantuan Banjir

Daerah

Pawai Budaya HUT ke-80 RI di Banda Aceh, Kasdam IM Ikut Hadir

Daerah

Milad ke-15, BFLF Hibur Anak Korban Banjir dan Fasilitasi Layanan Kesehatan
Siklon Kalmaegi

Daerah

Siklon Kalmaegi Dekati Aceh, Polda Ingatkan Warga Waspada

Daerah

AKBP Muhamad Taufiq Pimpin Latihan Dalmas, Polres Aceh Tengah Siap Hadapi Dinamika Kamtibmas
Menhan

Daerah

Menhan Tinjau Yonif 857, Pangdam IM Kawal Kunjungan