Home / Daerah

Minggu, 10 Agustus 2025 - 21:57 WIB

Pemkab Bener Meriah Gelar Tasyakuran Dua Dekade Damai Aceh

mm Redaksi

Pemkab Bener Meriah menggelar acara tasyakuran dua dekade perdamaian Aceh yang digelar ini berlangsung di GOR Pemkab Bener Meriah, tepatnya di Kampung Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Minggu, 10 Agustus 2025. dok. Diskominfo Kab. Bener Meriah

Pemkab Bener Meriah menggelar acara tasyakuran dua dekade perdamaian Aceh yang digelar ini berlangsung di GOR Pemkab Bener Meriah, tepatnya di Kampung Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Minggu, 10 Agustus 2025. dok. Diskominfo Kab. Bener Meriah

BENER MERIAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah menggelar tasyakuran memperingati 20 tahun Hari Damai Aceh, momentum penandatanganan Nota Kesepahaman Damai (MoU) Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005 silam. Acara berlangsung di GOR Pemkab Bener Meriah, Kampung Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Minggu (10/8/2025).

Peringatan dua dekade perdamaian ini mengusung tema “Bersatu Membangun Bener Meriah Maju dan Bermartabat”. Kesepakatan bersejarah yang mengakhiri konflik bersenjata antara Pemerintah Aceh dan NKRI ini dimotori oleh Wakil Presiden RI kala itu Jusuf Kalla dan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud Al-Haythar.

Baca Juga :  Anggota Muda PWI Sabang Dilepas Tugas dengan Ritual Siram Bunga

Selain tasyakuran, rangkaian acara meliputi peusijuk, makan tumpeng bersama, santunan anak yatim, serta prosesi adat Gayo seperti pemasangan Upuh Ulen-ulen, tepung tawar, dan salam-salaman sebagai simbol penghormatan, diakhiri doa bersama.

Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengajak masyarakat menjaga nilai perjuangan dan mempererat silaturahmi. “Jadilah keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Ingatlah nikmat Allah, dan jangan ada kegaduhan atau perceraian di rumah tangga,” pesan Tagore.

Baca Juga :  Babinsa Silih Nara Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Jalan Desa

Ketua Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Masthur Yahya, menilai kegiatan ini memiliki makna rekonsiliasi kolektif, khususnya antara masyarakat Kampung Sidodadi dan Kampung Bakongan yang pernah terlibat konflik. “Dengan adanya acara ini, kita membantu generasi baru anak, cucu, dan menantu korban konflik memahami bahwa hubungan sudah kembali harmonis,” ungkapnya.

Deputi I Badan Reintegrasi Aceh, Fauzan Azima, yang menjadi salah satu inisiator acara, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen menjaga perdamaian. “Kita ingin seluruh masyarakat Aceh tahu bahwa kegiatan ini adalah laboratorium perdamaian yang harus dirawat bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Aceh Raih Penghargaan Kapolri Capaian Nilai IKPA Terbaik Tahun Anggaran 2024

Rangkaian peringatan ini juga menampilkan seni budaya seperti Didong Gayo, Tari Saman, Tari Gayo, serta kesenian Jawa Jaranan Kuda Kepang dari Forum PSJN Aceh yang diketuai Imam Arafi.

Acara turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah, Ketua KKR Aceh, unsur Forkopimda, perwakilan Gubernur Aceh, tokoh masyarakat, ormas, LSM, organisasi pramuka, dan insan pers.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Wali Kota Batam Ajak Kader Posyandu Aktif Tekan Stunting

Daerah

Tim Gabungan Timbang Berat Emas di Pasaran, Ini Hasilnya

Daerah

PKL Musiman di Jembatan Peunayong Ditertibkan, Satpol PP WH Amankan Barang Dagangan

Daerah

RS Mulia Raya Resmi Beroperasi di Aceh Timur, Bupati Tekankan Nilai Kemanusiaan dalam Pelayanan

Daerah

Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Ibunda Bupati Aceh Timur

Daerah

Santri Dayah Banda Aceh Siap Bersaing di MQK IV Tingkat Provinsi Aceh 2025

Daerah

Pemerintah Aceh Waspadai Ancaman TBC dan Campak di Pengungsian Pascabencana Banjir dan Longsor

Daerah

Sekda Aceh: Banjir dan Longsor Kali Ini yang Terparah, 75 Ribu Rumah Rusak dan Akses Terputus