Home / Nasional / Pemerintah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:36 WIB

Peduli Aceh, Pemprov Lampung Bersama Pramuka Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp500 Juta

mm Redaksi

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta kepada Sekda Aceh M. Nasir di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta kepada Sekda Aceh M. Nasir di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, SIP, MPA.

Total bantuan sebesar Rp500 juta tersebut bersumber dari dua komponen, yakni Rp250 juta dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung. Dari jumlah tersebut, Rp250 juta diserahkan kepada Pemerintah Aceh, sementara Rp250 juta lainnya disalurkan melalui Kwarda Gerakan Pramuka Aceh.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Lampung yang disalurkan melalui pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara di Aceh yang terdampak bencana.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Buka Training Center Persiapan Kafilah MTQ ke-37

“Dana kemanusiaan ini merupakan amanah masyarakat Provinsi Lampung, sekaligus bagian dari kepedulian Gerakan Pramuka Lampung dalam merespons musibah yang menimpa masyarakat Aceh,” ujar Jihan.

Ia menjelaskan, dana dari unsur Pramuka dihimpun melalui aksi Bumbung Kemanusiaan, yang melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran Pramuka di Lampung, mulai dari Kwartir Cabang hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput.

“Seluruh dana disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung dan Gerakan Pramuka Lampung. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak.

Baca Juga :  Imigrasi Sabang Raih Peringkat Terbaik Nasional pada AHII 2025 untuk Video Profil

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir juga memaparkan perkembangan penanganan pascabencana di Aceh. Ia menyebutkan, jumlah pengungsi telah menurun signifikan dari sekitar satu juta jiwa menjadi sekitar 91 ribu jiwa yang kini masih berada di 988 titik pengungsian.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Aceh telah mengaktifkan kembali layanan rumah sakit serta menyiagakan 530 pos kesehatan yang didukung tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia.

“Khusus di Aceh Tamiang, meskipun belum optimal akibat kerusakan infrastruktur yang cukup parah, namun secara umum layanan rumah sakit daerah telah kembali beroperasi. Alhamdulillah, dengan kolaborasi semua pihak, wabah kolera berhasil dicegah. Saat ini fokus layanan kesehatan diarahkan pada penyakit kulit, ISPA, dan kebutuhan kesehatan lainnya,” jelas M. Nasir.

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Aceh telah mengupayakan agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan sejak 5 Januari 2026. Relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga :  Ketua DPRK Simeulue Soroti Kondisi Pelabuhan Pulau Siumat: Tahun Lalu Gagal, Tahun Ini Harus Jadi

M. Nasir juga menyoroti besarnya solidaritas nasional yang ditunjukkan melalui banyaknya bantuan langsung dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun pemerintah provinsi lain ke daerah-daerah yang sempat terisolasi.

Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi dengan target membuka kembali konektivitas desa-desa terisolasi sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Tercatat sebanyak 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha bergabung bersama Pemerintah Aceh untuk mempercepat proses pemulihan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Jufri Effendi, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Darmawan, Kepala Pelaksana BPBA Fadmi Ridwan, serta Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Rifki Sofyan beserta rombongan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

UKMPPG 2025

Nasional

Guru PAI Terbanyak, UKMPPG 2025 Siap Digelar Serentak

Aceh Besar

Cegah Peredaran Produk Tak Layak, Pemkab Aceh Besar dan BBPOM Perkuat Sinergi di Bulan Ramadan

Nasional

Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tamiang Terima Bantuan Rp15–30 Juta, Wagub Fadhlullah Apresiasi Dukungan Pusat

Aceh Besar

Kolaborasi Lintas Agama di Aceh Besar, Syukri A Jalil Apresiasi Baksos Nyepi untuk Korban Bencana

Nasional

20 Dai dan Daiyah Indonesia Ikuti Pelatihan Dakwah di UEA

Pemerintah

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Tito Serahkan Bantuan Pascabanjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur

Pemerintah

Asisten III Sekda dan Ketua TP PKK Aceh Hadiri Malam Pisah Sambut Kapolda
Kemenag

Nasional

Kemenag Cairkan Rp4 Triliun BOS dan BOP Madrasah