Lhokseumawe – Anggota Fraksi PKS DPR RI, M. Nasir Djamil, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas peran pentingnya dalam penangkapan Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina. Guo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Manila pada Kamis, 20 November 2025, terkait kasus perdagangan manusia dan kejahatan terorganisasi.
Meski penangkapan Guo telah dilakukan sejak 3 September 2024, Nasir menekankan bahwa peran Polri menjadi faktor kunci yang memungkinkan proses hukum di Filipina berjalan hingga menghasilkan vonis berat tersebut. Penangkapan dilakukan tim Jatanras Mabes Polri setelah otoritas imigrasi Indonesia memastikan keberadaan Guo di Indonesia.
“Keberhasilan Polri mengamankan Alice Guo di Indonesia dan menyerahkannya kepada otoritas Filipina merupakan bukti nyata bagaimana Polri memainkan peran strategis dalam penegakan hukum internasional,” ujar Nasir, Jumat, 21 November 2025.
Nasir menilai langkah Polri menunjukkan kemampuan penegakan hukum nasional dalam merespons kejahatan lintas negara dan terorganisasi. Ia menekankan bahwa kasus Guo menjadi pengingat bahwa kejahatan modern seperti perdagangan manusia, kejahatan siber, dan operasi scam internasional memerlukan kesiapan institusi penegak hukum yang kuat.
Karena itu, Nasir mendorong pemerintah untuk terus memperkuat kapasitas Polri melalui dukungan sumber daya, teknologi kepolisian modern, dan kerja sama internasional yang lebih intensif.
Menurut Nasir, vonis seumur hidup bagi Guo merupakan kemenangan penting dalam memberantas kejahatan internasional sekaligus memberikan rasa keadilan bagi para korban.
“Kasus ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarnegara dapat menghasilkan efek nyata dalam menuntaskan kejahatan global. Polri telah menunjukkan kontribusi signifikan, dan langkah ini harus terus diperkuat ke depannya,” tegas Nasir.
Ia berharap keberhasilan ini menjadi momentum bagi Polri untuk semakin aktif membangun jaringan kerja sama internasional guna mengantisipasi dan menindak kejahatan lintas batas yang semakin kompleks.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi













