Home / Nasional

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:00 WIB

Menag: Zakat dan Wakaf Bisa Jadi Motor Kesejahteraan Masyarakat

mm Redaksi

Menag Nasaruddin Ummar bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, di Kantor Kemenag Pusat, Kamis (21/8/2025). dok. Kemenag RI

Menag Nasaruddin Ummar bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, di Kantor Kemenag Pusat, Kamis (21/8/2025). dok. Kemenag RI

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menerima Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Kantor Kemenag Pusat, Kamis (21/8/2025).

“Zakat dapat menjadi sumber pembiayaan yang sangat penting. Kalau semua potensi zakat diberikan kepada masyarakat luas dan dihimpun dengan benar, nilainya bahkan bisa melebihi Singapura,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, pengelolaan wakaf juga masih menghadapi tantangan, terutama karena banyak aset wakaf yang belum tersertifikasi dan tidak produktif. “Padahal kalau disertifikatkan, bisa diagunkan, diakses untuk pinjaman, dan diproduktifkan. Sayangnya, banyak pesantren masih enggan memanfaatkan aset tersebut,” jelasnya, dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Jumat, 22 Agustus 2025.

Baca Juga :  Menag Paparkan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta di PPWK PBNU Surabaya

Menag menilai Indonesia membutuhkan regulator khusus untuk mengawasi dana umat, seperti halnya OJK di sektor keuangan. Ia mencontohkan Malaysia, di mana zakat sudah terintegrasi dengan sistem pajak. “Di sana, zakat menjadi faktor pengurang pajak. Sedangkan di Indonesia, sudah bayar zakat tetap harus bayar pajak. Inilah yang membuat efektivitasnya kurang,” tegasnya.

Baca Juga :  ASABRI Rayakan HUT ke-54, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kesejahteraan Prajurit dan Polri

Gubernur Sumbar Mahyeldi mendukung gagasan tersebut dengan menyatakan kesiapan daerahnya menjadi contoh pengelolaan zakat dan wakaf. Pihaknya bahkan berencana menggelar konferensi zakat internasional dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara, seperti Qatar dan Maroko.

Sekjen Kemenag sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia, Kamaruddin Amin, menambahkan bahwa Sumbar sudah memiliki sejumlah program, mulai dari sertifikasi tanah wakaf, gerakan wakaf sejak dini di kalangan pelajar, hingga pengembangan “Kota Wakaf” sebagai proyek percontohan.

Baca Juga :  Wagub Aceh, Mantan Politisi Senayan Kembali Berjuang di Gedung Parlemen RI Untuk Aceh

“Bahkan siswa-siswi diajak berwakaf sejak kecil, meski hanya Rp10.000. Ada juga program Wakaf Goes to Campus dan Wakaf Goes to Pesantren,” ujarnya.

Kamaruddin juga mencontohkan wakaf produktif yang berhasil, seperti pembangunan rumah sakit mata di Seram yang kini melayani ribuan masyarakat. Ke depan, Kemenag bersama BWI akan menggandeng lembaga keuangan nasional maupun internasional untuk memperkuat ekosistem zakat dan wakaf.

“Kalau semua potensi ini dioptimalkan, Indonesia bisa menjadi contoh dunia dalam pengelolaan dana umat,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Pemerintah Fokuskan pada Hari Sekolah

Nasional

Solidaritas Lintas Daerah, Bantuan untuk Aceh Tembus Rp10,3 Miliar

Nasional

Gubernur Aceh Tetapkan Transisi Darurat Pemulihan Bencana Selama 90 Hari

Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Konstitusi Harus Jadi Landasan Kesejahteraan Rakyat

Nasional

Wamenag: Islam dan Teknologi Harus Berjalan Beriringan

Nasional

Imigrasi Sabang Raih Peringkat Terbaik Nasional pada AHII 2025 untuk Video Profil

Daerah

TP PKK Banda Aceh Perkenalkan Budaya Lokal ke Delegasi APEKSI Lewat Kolaborasi Tour

Nasional

Prabowo Subianto Sholat Idul Fitri 1447 H Bersama Warga Huntara di Aceh Tamiang