Home / Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:00 WIB

Menag Minta Jajaran Kemenag Lebih Tanggap Deteksi Potensi Konflik

mm Redaksi

Menag Nasaruddin Umar ikuti rapat Breakfast Meeting di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Selasa (7/10/25). dok. Kemenag RI

Menag Nasaruddin Umar ikuti rapat Breakfast Meeting di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Selasa (7/10/25). dok. Kemenag RI

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh jajarannya lebih tanggap dalam mendeteksi potensi terjadinya konflik, terutama yang berkaitan dengan isu keagamaan. Hal ini disampaikannya dalam rapat Breakfast Meeting di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

“Kita harus memperhitungkan potensi dini secara proporsional, harus aktif untuk mendeteksi adanya potensi dini, bisa bekerja sama dengan pihak aparat terkait seperti Badan Intelijen Negara (BIN),” ujarnya.

Baca Juga :  Menag Prihatin Pembubaran Ibadah Umat Kristen di Padang

Menurut Menag, sebagai lembaga pemerintah yang menaungi urusan agama, Kemenag harus menjadi pihak pertama yang hadir dalam setiap persoalan yang menyangkut kerukunan umat. “Kita harus cepat tanggap terhadap isu keagamaan, harus menjadi pihak pertama yang mendeteksi potensi isu sebelum keduluan pihak lain,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dalam menghadapi persoalan. “Dalam memecahkan suatu permasalahan, kita harus menggunakan perhitungan induksi-kuantitatif, jangan menyimpulkan dengan asumsi deduksi-kualitatif, semua harus by data agar dapat terlihat hasil akhirnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Tinjau MBG dan CKG di Pesantren Jombang Jelang Hari Santri 2025

Selain itu, Menag juga menyoroti penguatan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 yang mengatur pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam menjaga kerukunan beragama dan persyaratan pendirian rumah ibadat. “Mohon bagi pimpinan di daerah tolong disosialisasikan lagi terkait PBM ini guna menambahkan pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah untuk perannya dalam kerukunan umat,” paparnya.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar: Agama Hadir untuk Kemanusiaan, Bukan Sumber Konflik

Menutup arahannya, Nasaruddin mengingatkan agar jajaran Kemenag tidak hanya mengedepankan pendekatan hukum dalam menjaga kerukunan. “Jangan hanya menggunakan pendekatan hukum kepada masyarakat, tetapi juga butuh pendekatan sosial dan kemanusiaan, ini akan lebih menyentuh hati dan berdampak,” tandasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran staf khusus Menteri Agama, pejabat tinggi Kemenag, serta perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pahlawan Nasional

Nasional

Presiden Prabowo Tetapkan 10 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

Nasional

Imigrasi Sabang Raih Peringkat Terbaik Nasional pada AHII 2025 untuk Video Profil

Nasional

Menag Nasaruddin Umar: BMKG Lembaga dengan Amal Paling Banyak untuk Masyarakat

Nasional

Prabowo Disambut Meriah Diaspora Indonesia Saat Tiba di Jeddah

Nasional

Kemenag Raih WTP Kesembilan, Menag Tekankan Program Harus Berdampak Nyata
Kemenag

Nasional

Kemenag Cairkan Rp4 Triliun BOS dan BOP Madrasah

Hukrim

Anak 10 Tahun Ditemukan Tewas di Lampung, Diduga Dicabuli dan Diracun

Nasional

Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI