Home / Pemerintah Aceh

Senin, 6 Juli 2026 - 20:17 WIB

57 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana, Pemerintah Aceh Genjot Pemulihan Lewat Gerakan Tanam Perdana

mm Redaksi

Sekda Aceh, M. Nasir, S.iP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, beserta Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, saat melakukan Tanam Perdana Padi bersama dalam rangka Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Minggu, (5/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh, M. Nasir, S.iP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, beserta Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, saat melakukan Tanam Perdana Padi bersama dalam rangka Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Minggu, (5/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Aceh Tamiang – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, meresmikan gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya kebangkitan sektor pertanian Aceh setelah terdampak bencana yang merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian.

Dalam kegiatan itu, M. Nasir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Sekda Aceh mengatakan, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah telah memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian. Berdasarkan data Pemerintah Aceh, luas areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sementara lahan perkebunan yang mengalami kerusakan mencapai 60.438 hektare. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir yang membawa lumpur dan material lainnya.

Baca Juga :  BPJN Aceh Perbaiki Akses Jalan Rusak dan Terputus Akibat Diterjang Banjir

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh menjadikan rehabilitasi dan optimalisasi lahan pertanian sebagai salah satu prioritas utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Saat ini, sebagian besar lahan sawah yang terdampak telah selesai diperbaiki sehingga kembali dapat dimanfaatkan oleh petani.

Atas percepatan pemulihan tersebut, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta seluruh pihak, termasuk kelompok tani, yang telah bergerak cepat mengolah kembali lahan pascabencana.

Baca Juga :  10 Tahun Trans Kutaraja: Layanan Transportasi Gratis di Aceh Tembus 10 Juta Penumpang

Ia juga mengimbau para petani untuk memanfaatkan musim tanam dengan sebaik-baiknya, meningkatkan semangat gotong royong, serta mengikuti arahan para pemangku adat dan penyuluh pertanian agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat.

Apresiasi untuk Kementerian Pertanian

Dalam kesempatan itu, M. Nasir turut mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Pertanian yang dinilai berperan besar dalam percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh.

Menurutnya, hingga saat ini progres program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan di 18 kabupaten/kota di Aceh.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang bergerak cepat membantu petani. Pemulihan ini menjadi prioritas agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Mualem Tinjau Lokasi Banjir di Aceh Singkil dan Aceh Tamiang, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat

M. Nasir menjelaskan, program pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan dengan kerusakan ringan dilakukan optimalisasi lahan, sementara lahan dengan tingkat kerusakan sedang mendapatkan program rehabilitasi. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, tahapan berikutnya adalah pengolahan lahan agar dapat segera ditanami kembali.

Selain memulihkan areal persawahan, Pemerintah Aceh bersama Kementerian Pertanian juga memperbaiki berbagai infrastruktur pendukung pertanian, seperti sistem irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) guna memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Aceh optimistis puluhan ribu hektare lahan pertanian yang sempat terdampak banjir dapat kembali produktif sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh Gandeng BPKP Percepat Dana BOS untuk Sekolah Terdampak Bencana

Daerah

Sekda Aceh Instruksikan Penguatan Layanan Kesehatan Darurat di 9 Kabupaten Terdampak Banjir

Pemerintah Aceh

Peringatan Hardiknas di Banda Aceh, Fadhlullah Soroti Pentingnya Deep Learning dalam Pendidikan

Pemerintah Aceh

BPBJ Setda Aceh Gelar Pelatihan Public Speaking, Perkuat Kapasitas ASN dalam Berkomunikasi
Wagub Fadhlullah

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Tegaskan Teladan Pahlawan di Hari Pahlawan

News

Gelar TTG Aceh XXVI Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Inovasi Teknologi Berbasis Lokal

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Tingkatkan Transparansi Lewat Monev KIA

Pemerintah Aceh

APEKSI 2026 di Banda Aceh, Mendagri dan Wagub Aceh Soroti Urbanisasi hingga Penguatan Ekonomi Daerah