Home / Politik

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:00 WIB

MABIMS Perkuat Ilmu Halal untuk Ekonomi Syariah ASEAN

mm Redaksi

Di MABIMS, Direktur Jaminan Produk Halal, M. Fuad Nasar dorong kajian halal berbasis sains di perguruan tinggi. dok. Kemenag RI

Di MABIMS, Direktur Jaminan Produk Halal, M. Fuad Nasar dorong kajian halal berbasis sains di perguruan tinggi. dok. Kemenag RI

Malaysia – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong perguruan tinggi di negara anggota MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura) untuk menggalakkan kajian halal dengan pendekatan ilmiah.

Ajakan ini disampaikan Direktur Jaminan Produk Halal, M. Fuad Nasar, selaku Ketua Delegasi Republik Indonesia, saat membuka Mesyuarat Teknikal Halal MABIMS di Melaka, Malaysia, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Senior Officials Meeting (SOM) ke-49 dan MABIMS Summit ke-21 yang berlangsung pada 15–20 Oktober 2025 di Melaka, Malaysia.

Baca Juga :  UIN Jakarta dan Belanda Perkuat Kolaborasi Pendidikan & Riset

Menurut Fuad Nasar, setiap negara anggota MABIMS memiliki reputasi dan pengalaman tersendiri dalam pengelolaan halal, baik dari sisi hukum fikih, regulasi nasional, maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Majelis mesyuarat teknikal halal diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret antarnegara anggota MABIMS dalam bidang pengurusan halal,” ujarnya.

Ia menambahkan, isu jaminan produk halal dan industri halal kini menjadi perhatian besar masyarakat, seiring meningkatnya minat terhadap ekonomi syariah di Indonesia, ASEAN, dan dunia. Jaminan produk halal kini telah berkembang menjadi tren baru dalam ekonomi global.

Baca Juga :  Silaturahmi Hangat, Harapan untuk Bireuen yang Lebih Maju ke Depan

Fuad menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat menghindari produk nonhalal karena ketaatan terhadap syariat agama. Namun, keyakinan tersebut akan semakin kuat jika didukung oleh penelitian ilmiah.

“Keyakinan dan keimanan akan lebih mantap apabila didukung dengan data dan hasil riset keilmuan. Misalnya, hikmah di balik keharaman daging hewan tertentu kini bisa dibuktikan melalui penelitian sains modern,” terangnya.

Baca Juga :  Bawaslu Pangkalpinang Terima Dana Hibah Rp5,1 Miliar untuk Pilkada Ulang

Ia menyebut, peningkatan dan perluasan sistem jaminan produk halal tidak hanya berdampak pada ketenangan masyarakat, tetapi juga kemajuan negara.

“Rakyat tenang dan negara maju, itulah kondisi yang kita dambakan dengan peningkatan dan perluasan sistem jaminan produk halal. Selain itu, dakwah halal perlu terus ditingkatkan kepada pelaku ekonomi dan masyarakat di masing-masing negara,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Politik

SAPA Desak Penghentian Anggaran Instansi Vertikal, Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan di APBA 2025
Aplikasi AI TalentDNA

Politik

Wamenhan Bahas Kerja Sama Aplikasi AI TalentDNA dengan ESQ Corporation

Politik

Wapres Gibran Akan Dampingi Presiden Prabowo di Penutupan Kongres PSI

Peristiwa

Lumrah Dalam Olah Raga Menggunakan Celana Pendek, Seperti Sepak Bola, Begitu Juga Lomba Lari

Politik

Indonesia-Korea Selatan Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Politik

Menhan RI Kunjungi Yokosuka, Perkuat Kerja Sama Maritim dengan Jepang

Politik

Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemhan dan TNI 2026 Sebesar Rp187,1 Triliun

Daerah

Sutarmi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Bener Meriah