Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 6 Agustus 2025 - 18:42 WIB

M. Nasir Harap Bank Aceh Jadi Bank Syariah Nomor Satu Nasional

mm Redaksi

Plt. Sekda Aceh, M. Nasir menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Aceh ke-52

Plt. Sekda Aceh, M. Nasir menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Aceh ke-52 "Menyatukan Langkah Membangunan Aceh" di Lapangan Pusdiklat UMKM Bank Aceh, Lampineung, Banda Aceh, Rabu, 06 Agustus 2025. dok. Ist

Banda Aceh — Plt Sekda Aceh, M. Nasir, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Aceh Syariah ke-52 yang berlangsung di Lapangan Pusdiklat UMKM Bank Aceh, Rabu (6/8/2025). Acara tersebut dihadiri jajaran direksi, komisaris, dewan pengawas syariah, para pensiunan direksi dan komisaris, serta puluhan karyawan aktif.

Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan harapan agar Bank Aceh Syariah dapat menjadi bank syariah daerah terbaik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kehadiran Qanun Lembaga Keuangan Syariah telah memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bank tersebut.

“Kehadiran Qanun Lembaga Keuangan Syariah sudah sangat membantu Bank Aceh untuk tumbuh dan berkembang lebih baik,” ujar Nasir.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah: Draft Revisi UUPA harus Segera Kita Serahkan ke DPR RI

Nasir menekankan pentingnya langkah menjadikan Bank Aceh sebagai bank devisa untuk mendukung iklim investasi di Aceh. Menurutnya, keberadaan bank devisa akan memastikan seluruh transaksi keuangan investor dapat difasilitasi oleh Bank Aceh.

“Jangan sampai investasi hadir bank kita tidak siap, kita ingin seluruh proses keuangan investor melalui proses fasilitasi Bank Aceh Syariah,” katanya.

Ia menambahkan, Bank Aceh saat ini telah dikelola dengan baik. Pemerintah Aceh sebagai pemegang saham akan terus mendorong peningkatan pembiayaan sektor UMKM, sekaligus memperbesar pendapatan bank agar dividen bagi pemerintah daerah semakin meningkat.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Resmikan Pabrik Karet PT Potensi Bumi Sakti di Aceh Barat

Berdasarkan laporan per 30 Juni 2025, total aset Bank Aceh Syariah mencapai Rp29,8 triliun, naik 3,82% dibanding tahun sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp25,1 triliun atau naik 3,9%, sedangkan pembiayaan meningkat 6,64% menjadi Rp20,6 triliun. Bank ini juga mencatatkan laba sebesar Rp257,7 miliar, lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Selain mencatatkan kinerja keuangan positif, Bank Aceh Syariah juga meraih berbagai prestasi membanggakan. Pada 2024, bank ini memperoleh 17 penghargaan bergengsi, di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Penghargaan Antikorupsi dari KPK, Financial Literacy Award dari OJK, hingga predikat Bank Umum Syariah Terbaik dari BPKH.

Baca Juga :  Staf Ahli Gubernur Resmikan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat di RSUDZA

Pada 2025, Bank Aceh kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dari The Aceh Post Award sebagai Bank Pendorong UMKM Daerah.

“Bank ini adalah milik kita bersama, rumah besar bagi para petani, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat yang ingin melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tutur Nasir.

Di akhir pidatonya, Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan Bank Aceh atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan, serta mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang terus mendukung keberadaan Bank Aceh Syariah.***

Editor: RedaksiReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

TP PKK Aceh Terima Bantuan Seruni untuk Korban Bencana, Dorong Pemulihan Ekonomi Jelang Ramadan
Wakaf Summit 2025

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Siapkan Aceh Wakaf Summit 2025
Diwarsyah Terima Penghargaan

Pemerintah Aceh

Wakili Gubernur Aceh, Diwarsyah Terima Penghargaan

Pemerintah Aceh

Fiskal Aceh Prihatin, Sekda Tetap Komit Dukung Anggaran KONI Aceh

Pemerintah Aceh

Mutiara Raya FC Juarai Turnamen Wagub Aceh Cup, Fadhlullah Serahkan Piala Pemenang 

Daerah

PMI Nasional Salurkan Alat Berat dan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Aceh

Nasional

Temui Pimpinan BP BUMN, Wagub Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Huntap Pascabencana

Pemerintah Aceh

Optimalisasi Satu Data dalam Pemulihan Layanan Dasar Pascabencana Aceh