BANDA ACEH – Semangat pembinaan sepak bola usia muda kembali bergelora di Kota Banda Aceh seiring dimulainya Liga Kolaborasi SSB 2026. Sebagai langkah awal pelaksanaan kompetisi, panitia menggelar technical meeting di ruang rapat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, pada Jumat (8/5/2026), guna mematangkan seluruh persiapan menuju bergulirnya kompetisi.
Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan tertib, profesional, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Technical meeting berlangsung penuh antusiasme dengan dihadiri seluruh unsur yang terlibat dalam kompetisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan sembilan Sekolah Sepak Bola (SSB) peserta, panitia pelaksana, perangkat pertandingan, anggota DPRK Banda Aceh Iqbal Djohan, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta unsur teknis lainnya.
“Pertemuan itu difokuskan untuk menyamakan persepsi seluruh peserta terkait regulasi pertandingan, sistem kompetisi, serta berbagai ketentuan teknis yang akan diterapkan selama pelaksanaan liga berlangsung,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa Liga Kolaborasi SSB 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi para pemain muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.
Selain membahas mekanisme pertandingan, panitia juga menyampaikan komitmen dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta selama kompetisi berlangsung. Seluruh pemain dan perangkat pertandingan akan mendapatkan perlindungan kesehatan serta jaminan kecelakaan kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesejahteraan peserta agar seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
“Dalam technical meeting itu, panitia juga memaparkan sejumlah materi penting yang akan menjadi pedoman bagi seluruh tim peserta selama mengikuti kompetisi,” jelasnya.
Liga Kolaborasi SSB 2026 diikuti sembilan Sekolah Sepak Bola, yakni Lambhuk Football Academy, SSB PSAN Neusu, Jong Aceh Soccer School, SSB Barona, Talenta Aceh FA, Rampagoe Football Academy, Copal United Soccer Academy, SSB Real Muda, dan SSB Meuraxa.
Keikutsertaan berbagai sekolah sepak bola tersebut diharapkan dapat menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Banda Aceh dan sekitarnya.
Lebih dari sekadar ajang pertandingan, kompetisi ini juga diharapkan menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mempererat hubungan antarsekolah sepak bola.
Panitia pelaksana mengharapkan seluruh peserta dapat menjaga semangat persaudaraan, disiplin, dan fair play selama kompetisi berlangsung, sehingga tujuan utama pembinaan dapat tercapai dengan baik.
“Dengan dukungan berbagai pihak, Liga Kolaborasi SSB 2026 diharapkan mampu berjalan sukses dan melahirkan talenta-talenta muda sepak bola Aceh yang nantinya dapat bersaing serta mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional,” katanya. (Adv)










