Lombok – Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menegaskan Kementerian Agama (Kemenag) bukan hanya untuk satu agama, melainkan rumah besar bagi seluruh umat beragama di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat Media Gathering bertajuk “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok.
“Salah satu permintaan Pak Menteri Agama kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu adalah memperbanyak publikasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatannya kepada masyarakat Indonesia. Karena itu, tujuan kita berkomunikasi dengan media adalah memastikan Ditjen Bimas Hindu dapat melaksanakan amanah Pak Menteri secara optimal,” ujar Ismail. Minggu, 9 Noveber 2025.
Menurut Ismail, Bimas Hindu memiliki banyak capaian dan program yang perlu ditampilkan lebih masif. Ia menekankan pentingnya membangun grand narrative, agar tidak hanya menjelaskan kegiatan teknis tetapi juga mengangkat nilai-nilai yang ada di dalamnya.
“Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah membangun sebuah narasi besar atau grand narrative. Jadi tidak hanya menjelaskan kegiatan-kegiatan teknis pembinaan masyarakat Hindu, tetapi mengglorifikasi nilai-nilai yang ada di dalamnya. Dengan begitu, peran-peran yang sudah dilakukan Bimas Hindu dapat dipahami dan diterima dengan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Ismail menambahkan, salah satu kekuatan umat Hindu adalah tradisi harmoni dan kehidupan sosial yang rukun dengan umat beragama lain. “Tampilkan Ditjen Bimas Hindu sebagai penjaga harmoni kebangsaan, karena hal itu sudah terbukti di Bali. Lihat bagaimana masyarakat Bali dan masyarakat Lombok tetap hidup dalam harmoni. Mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudara dari berbagai agama.”
Ia juga mengajak media nasional dan lokal berkolaborasi untuk memperluas publikasi yang menampilkan kontribusi Bimas Hindu. “Peran media sangat menentukan bagaimana publik melihat kerja kementerian secara utuh. Penguatan publikasi adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa Kemenag hadir bagi semua agama. Karena itu, kolaborasi dengan media menjadi sangat penting.”
Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija mengatakan arahan Menag mengenai penguatan publikasi menjadi dorongan besar bagi Bimas Hindu. “Penguatan publikasi akan menjadi langkah strategis untuk memperlihatkan capaian Bimas Hindu di bidang pendidikan, pelayanan keagamaan, hingga pengembangan SDM Hindu. Ditjen Bimas Hindu siap mengikuti arahan Menag untuk tampil lebih proaktif di ruang publik,” pungkasnya.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi













