Home / Nasional

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:08 WIB

Akses Jalan Nasional Pulih, Jembatan Bailey Jadi Solusi Darurat Pascabanjir di Aceh

Redaksi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemasangan jembatan darurat jenis Bailey di sejumlah wilayah Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang guna memulihkan akses antarwilayah yang sempat terputus. Foto: Dok. BPJN Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemasangan jembatan darurat jenis Bailey di sejumlah wilayah Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang guna memulihkan akses antarwilayah yang sempat terputus. Foto: Dok. BPJN Aceh

Banda Aceh – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memastikan pembangunan sekaligus pengamanan jembatan darurat jenis Bailey pascabencana banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan standar keselamatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur.

Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Aceh, Akbar Hikmi, ST., MT, menyampaikan bahwa pihaknya bertindak sebagai penanggung jawab penanganan Jalan Nasional Wilayah Barat. Jembatan Bailey yang digunakan dalam penanganan ini merupakan dukungan dari BPJN Riau, sesuai arahan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, untuk dipasang di kawasan Beutong Ateuh.

Baca Juga :  Prabowo Usul BRICS Dorong Kerja Sama Ekonomi Global South di KTT ke-17

“Bantuan dari Kementerian PU tidak hanya difokuskan di Kabupaten Nagan Raya, tetapi juga mencakup wilayah tengah Aceh dan Pidie Jaya. Alhamdulillah, dengan dukungan jembatan Bailey ini, kami perkirakan pengerjaannya dapat diselesaikan dalam tujuh hari ke depan,” ungkap Akbar kepada wartawan.

Ia menjelaskan, terhubungnya kembali akses jalan pascapemasangan jembatan darurat tersebut sangat penting untuk membuka jalur distribusi bantuan kemanusiaan, khususnya melalui jalur darat di wilayah barat Aceh.

“Masih terdapat beberapa titik lintasan yang menjadi perhatian kami. Tercatat ada tiga ruas jalan yang sempat terputus, dan alhamdulillah dua di antaranya telah berhasil kami tangani dan kembali fungsional,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan

Akbar menegaskan bahwa Satker PJN Wilayah II Aceh bertanggung jawab penuh atas seluruh proses di lapangan, mulai dari penerimaan aset jembatan Bailey hingga memastikan jembatan tersebut aman dan layak digunakan oleh masyarakat.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama kami. Karena itu, setiap tahapan pemasangan dan pengamanan jembatan dilakukan sesuai prosedur dan standar teknis,” ujar Akbar Hikmi dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, pemasangan jembatan Bailey merupakan solusi darurat yang efektif untuk mempercepat pemulihan akses transportasi serta memperlancar distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat rusaknya jembatan permanen.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh dan Ketua YJI Bahas Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Jantung Remaja dan Perempuan

“Dengan terpasangnya jembatan Bailey, akses masyarakat kembali terbuka sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, serta aktivitas ekonomi dapat berangsur pulih,” tambahnya.

Akbar juga menjelaskan bahwa proses hibah jembatan Bailey ini merupakan hasil koordinasi dan kerja sama lintas sektor di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi tersebut melibatkan berbagai pihak guna memastikan infrastruktur jalan nasional tetap berfungsi secara optimal meskipun dalam kondisi darurat pascabencana.

Melalui langkah ini, BPJN Aceh melalui Satker PJN Wilayah II menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Pulihkan Pertanian Pascabencana, Mentan Amran Pimpin Rehabilitasi Lahan Sawah Aceh Utara

Nasional

Kemenag Umumkan 4.155 Calon PPPK Paruh Waktu 2024, Unggah Berkas Mulai 17 September
Kemenag

Nasional

Kemenag Cairkan Rp4 Triliun BOS dan BOP Madrasah

Ekbis

Wamendagri dan Walikota Banda Aceh Kunjungi Landmark BSI Aceh dalam Rangka Semiloka “Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum Indonesia

Nasional

Menag: Kampus Jangan Jadi Arena Politik Kepentingan

Nasional

Sekjen Kemenag Terbitkan Edaran Wajibkan Publikasi Kinerja yang Berdampak

Daerah

Menko Pangan RI dan Dua Menteri Kunjungi Aceh, Fokus Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Nasional

PM Kanada Undang Prabowo ke KTT G7 Pertengahan Juni