Home / Nasional

Rabu, 8 Oktober 2025 - 17:13 WIB

Kemenag dan Baznas Luncurkan Program BMM Madada untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

mm Redaksi

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol). dok. Kemenag RI

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol). dok. Kemenag RI

Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) dalam rangka memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Peluncuran dilakukan pada acara Madada Festival di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI, Selasa, 7 Oktober kemarin.

Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa BMM Madada merupakan bagian dari strategi Masjid Berdaya dan Berdampak (Madada). Program ini mendorong transformasi fungsi masjid, dari sekadar pusat ibadah menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Melalui kolaborasi dengan Baznas dan berbagai mitra, masjid dapat menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat nyata bagi jamaah,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Rabu, 8 Oktober 2025.

Baca Juga :  Indonesia Serahkan WN Rusia Alexander Zverev ke Moskow, Ekstradisi Perdana dalam Sejarah

BMM Madada dirancang sebagai pinjaman lunak tanpa bunga yang disalurkan melalui masjid, dengan plafon hingga Rp150 juta per masjid. Sasaran program adalah warga dengan potensi usaha, agar dapat beralih dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif.

Baca Juga :  Wamendagri soal Pulau Anambas Dijual Online: Tak Ada Pulau Milik Pribadi

Selain aspek ekonomi, program ini juga menekankan kepedulian lingkungan melalui penghijauan kawasan masjid, serta penguatan edukasi keagamaan lintas generasi, salah satunya lewat program Fasolatan untuk kelompok lansia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menegaskan BMM Madada bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial-ekonomi. “Masjid berperan sebagai mediator sekaligus pusat pengembangan usaha kecil berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak lagi terjerat pinjaman online berbunga tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  PPG Angkatan II untuk Guru Pendidikan Agama Dimulai 1 September 2025

Kemenag berharap BMM Madada dapat menjadi model masjid berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia, memperkuat kemandirian ekonomi umat, menjaga lingkungan, serta membangun peradaban Islam yang inklusif.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Perkuat Kolaborasi Tata Kota, Ketua DPRK Banda Aceh Paparkan Peran Arsitek di Forum Internasional

Nasional

Wamenag Apresiasi Program Kendil Utomo dan Sajaroh Cinta di Mojokerto

Nasional

Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin

Nasional

Peluncuran Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Diundur ke 21 Juli 2025, Lokasi Tetap di Klaten

Nasional

Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Aceh Harus Berbasis Karakter dan Keadilan Akses

Nasional

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 Amankan Hari Pasar Kiwirok, Warga Merasa Lebih Nyaman

Nasional

Menag Resmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Siap Layani Indonesia Timur

Nasional

KTT BRICS di Brazil: Prabowo Tekankan Peran RI dalam Global South