Home / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 19 September 2026 - 21:37 WIB

Hotel Aceh Heritage Disiapkan sebagai Pelopor Green Building dan Green Energy di Banda Aceh

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membahas rencana pembangunan Hotel Aceh Heritage berbasis green building dan green energy bersama mitra pengembang di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membahas rencana pembangunan Hotel Aceh Heritage berbasis green building dan green energy bersama mitra pengembang di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan krisis energi, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi akibat dinamika global. Salah satu langkah yang didorong adalah pembangunan Hotel Aceh Heritage dengan konsep green building dan green energy.

Rencana tersebut dikembangkan bersama PT Alam Ujung Bukit, PT APCA Tirta Engineering, dan PT Comestoarra, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan teknologi waste to energy dan renewable energy.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Kota Banda Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah harus mampu mengubah tantangan krisis global menjadi peluang investasi hijau.

Illiza berharap Hotel Aceh Heritage dapat menjadi hotel pertama di Indonesia, bahkan dunia, yang mengintegrasikan pengalaman spiritual, edukasi sejarah, dan napak tilas bencana tsunami, sekaligus menjadi pelopor penerapan green building dan green energy.

“Kota Banda Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, harus mampu mengubah tantangan krisis global menjadi peluang investasi hijau. Saya berharap, keberadaan Hotel Aceh Heritage ini menjadi hotel pertama di Indonesia bahkan di dunia yang akan mengintegrasikan pengalaman spiritual, edukasi sejarah dan napak tilas bencana tsunami, dan menjadi pelopor dalam penerapan green building dan green energy,” ujar Illiza saat mengunjungi Center of Excellence Comestoarra di Bakso Lapangan Tembak Senayan, cabang Setiabudi, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :  Pawai Tarhib Ramadan Banda Aceh 2026: Kolaborasi Masyarakat dan Forkopimda Sambut Bulan Suci

Menurut Illiza, Hotel Aceh Heritage diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal tanpa mengabaikan aspek ekologi. Hotel yang direncanakan berada di depan Masjid Raya Baiturrahman tersebut juga diharapkan menerapkan konsep ramah lingkungan, baik dalam penggunaan energi maupun pengelolaan sampah.

“Saya yakin hotel ini akan menjadi pusat bisnis, pusat edukasi, dan pusat silaturahmi yang akan mendatangkan investasi bagi Kota Banda Aceh. Agar investor berminat berinvestasi di Kota Banda Aceh, maka selain tangguh, kenyamanan sangat diperlukan. Salah satunya adalah menyolusikan sampah skala komunal (di hotel dan sekitarnya) dan memanfaatkannya sebagai energi terbarukan,” lanjut Illiza, yang juga menjadi bagian dari komite United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC).

Hotel Dirancang dengan Sistem Energi Hibrida

Direktur PT Alam Ujung Bukit, Rinaldi, menyatakan bahwa pembangunan Hotel Aceh Heritage tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur komersial dan pariwisata. Hotel tersebut dirancang sebagai pelopor penerapan green building dan green energy di pusat Kota Banda Aceh.

“Hotel ini akan menjadi persinggahan para wisatawan domestik serta mancanegara dalam melakukan wisata religi, wisata sejarah, wisata tsunami, dan wisata kuliner,” ujar Rinaldi, yang merupakan salah satu pemilik lahan untuk pembangunan Hotel Aceh Heritage.

Baca Juga :  Sekda Banda Aceh Temui BRIN, Bahas Riset untuk Sampah, Bencana, Energi hingga UMKM

Sementara itu, General Manager Business Development PT APCA Tirta Engineering, Beny Yusron, menjelaskan bahwa Hotel Aceh Heritage akan mengusung nuansa klasik dan dilengkapi sistem kelistrikan hibrida berbasis energi terbarukan.

Sistem tersebut direncanakan memanfaatkan panel surya, energi berbasis sampah, dan baterai.

“Sistem kelistrikan hibrida energi terbarukan ini akan melistriki sebagian fasilitas di Hotel Aceh Heritage. Utamanya, sistem ini dirancang untuk melistriki sistem pengolahan sampah organik dan residu biomassa yang ada di hotel dengan Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) yang dikembangkan oleh PT Comestoarra dan telah memiliki detailed engineering design yang dipublikasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (saat ini Kementerian Lingkungan Hidup) pada 2021,” ujar Beny.

Ia menambahkan, kelebihan energi listrik yang dihasilkan atau excess power akan berkontribusi terhadap kebutuhan listrik hotel dan dapat digunakan sebagai sumber cadangan.

Beny mengatakan, dalam proses pembangunan Hotel Aceh Heritage, PT APCA Tirta Engineering akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengembangkan percontohan pengolahan sampah menjadi bahan bakar padat terbarukan melalui teknologi TOSS.

Energi terbarukan tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah, stasiun pengisian daya sepeda motor listrik (charging station), serta penerangan di area masjid.

Baca Juga :  Kapal Tanker Bermuatan 2 Juta Liter BBM Tiba di Krueng Raya, Pemko Banda Aceh Imbau Warga Tetap Tenang

Direktur PT Comestoarra, Arief Noerhidayat, menjelaskan bahwa bahan bakar padat terbarukan yang dihasilkan melalui teknologi TOSS akan dikonversi menjadi synthetic gas. Gas sintetis tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bakar generator listrik.

Menurut Arief, synthetic gas tersebut dirancang untuk menggantikan 100 persen bahan bakar minyak pada generator listrik.

Listrik yang dihasilkan selanjutnya disimpan dalam baterai dan diintegrasikan dengan panel surya. Sistem tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk fasilitas pengolahan sampah.

Energi yang dihasilkan juga direncanakan digunakan untuk charging station sepeda motor listrik dan penerangan di area masjid.

“Percontohan TOSS di masjid bersejarah ini bukan hanya menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Kota Banda Aceh, tapi juga dapat mengajarkan ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. Selain itu, pemanfaatan dari sampah menjadi energi listrik bisa menjadi percontohan untuk penggunaan kendaraan listrik sehingga bisa menjadi solusi atas krisis energi khususnya bahan bakar minyak, yang saat ini sedang terjadi,” ujar Arief.

Ia menambahkan, energi listrik dari sampah juga berpotensi mendukung kebutuhan kelistrikan masjid. Selain itu, skema tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana ketika terjadi kondisi darurat di Kota Banda Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Hadiri Penutupan Diklat SPPI, Afdhal Tekankan Pentingnya SDM Unggul untuk Pembangunan

Pemko Banda Aceh

ASN dan Masyarakat Ikuti Kajian Dakwah Pendopo Bertema Menjaga Kota dari Murka Allah

Pemko Banda Aceh

HUT ke-81 RI, Illiza Ajak Warga Banda Aceh Meriahkan Lomba Rakyat

Pemko Banda Aceh

Illiza Sambut Wamenpar di PLTD Apung, Dorong Wisata Tsunami Bertaraf Nasional

Pemko Banda Aceh

11 Puskesmas Banda Aceh Resmi Perkuat Pengelolaan BLUD, Illiza Tekankan Akuntabilitas

Pemko Banda Aceh

Illiza Sa’aduddin Djamal Raih PRIWOLA 2026

Pemko Banda Aceh

Illiza Dorong ASN Banda Aceh Perkuat Pelayanan Publik dan Kolaborasi Bangun Kota

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Raih Peringkat Pertama Monev Keterbukaan Informasi Aceh 2025 dengan Nilai 99,0