Home / Pendidikan

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:07 WIB

Enam Siswa SMA Negeri Unggul Subulussalam Wakili Aceh di Ajang FIKSI Nasional 2025

mm Redaksi

Kacabdisdik Wilayah Kota Subulussalam, Antoni Berampu didampingi Kepala SMAN Unggul Subukussalam, Syahri Ramadhan Pohan bersama guru pembimbing foto bersama dengan enam orang siswa yang mewakili Aceh di ajang FIKSI tingkat nasional. dok. Ist

Kacabdisdik Wilayah Kota Subulussalam, Antoni Berampu didampingi Kepala SMAN Unggul Subukussalam, Syahri Ramadhan Pohan bersama guru pembimbing foto bersama dengan enam orang siswa yang mewakili Aceh di ajang FIKSI tingkat nasional. dok. Ist

Subulussalam – Enam siswa SMA Negeri Unggul Kota Subulussalam berhasil melaju ke babak final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) jenjang SMA/SMK/MA sederajat tahun 2025. Mereka akan mewakili Provinsi Aceh pada ajang bergengsi yang berlangsung secara luring di Hotel Mercury Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 26–31 Oktober 2025.

Kepala SMA Negeri Unggul Subulussalam, Syahri Ramadhan Pohan, S.Pd., M.Si., mengatakan pihaknya baru saja menerima surat undangan dari Kemendikdasmen. Undangan tersebut menegaskan bahwa siswanya resmi lolos seleksi tahap pertama berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikdasmen.

Baca Juga :  Sekolah di Aceh Besar Dilarang Lakukan Study Tour dan Wisuda, Hingga Perpisahan

“Tiga tim ini masing-masing beranggotakan dua orang siswa. Jadi total ada enam orang siswa yang ikut, disertai guru pembimbing dan pendamping,” jelas Syahri, Senin (6/10/2025).

Adapun tim yang lolos yakni:

  • Baskala Squad: Widan Galih Abyansyah dan Annisa Raihani (cabang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman), dibimbing Yuliana, S.Pd.
  • Arutala Squad: Habib Hidsyatullah dan Al-Annur Risqullah (cabang Kesehatan), dibimbing Salma Wati, S.Sos.
  • Arindama Squad: Aya Sofia Mutmainnah dan Arinda Ochta Safitri Banurea (cabang Wirausaha Sosial), dibimbing Yuliana, S.Pd.
Baca Juga :  BNI Serahkan Bantuan Operasional untuk SMA Taruna Nusantara Malang

Syahri menyebut capaian ini sangat luar biasa, mengingat sekolah yang ia pimpin berada di wilayah Barat Selatan Aceh yang jauh dari ibu kota provinsi. Ia juga berterima kasih atas kerja keras siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh warga sekolah, komite, dan pengawas.

“Motivasi dan kerja sama dari Kacabdisdik Wilayah Kota Subulussalam juga sangat berarti dalam mendukung prestasi ini,” tambahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kota Subulussalam, Antoni Berampu, turut memberikan apresiasi. Ia menegaskan ajang FIKSI merupakan wadah strategis bagi siswa untuk mengasah potensi kewirausahaan.

Baca Juga :  Delegasi MAN 2 Kota Malang Raih Tiga Penghargaan di Korea Youth Summit 2025

“Hampir setiap tahun sekolah di Subulussalam ikut serta di FIKSI, dan alhamdulillah selalu ada yang tembus ke babak final. Tahun ini kita berharap bisa meraih juara,” ujar Antoni.

Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi capaian pertama sejak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Subulussalam berdiri mandiri, lepas dari Aceh Singkil.

“Persiapkan diri sebaik mungkin, baik fisik maupun mental. Semoga siswa SMA Negeri Unggul Subulussalam bisa membawa pulang medali dan mengharumkan nama Aceh di level nasional,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

4.971 Mahasiswa Baru UIN Malang Ikuti PBAK, Kapuspenma Tekankan Pentingnya Kepemimpinan
Festival Literasi 2025

Pendidikan

TBM Aceh Besar dan Pidie Menang di Festival Literasi 2025
MAN 2 Kota Malang

Pendidikan

MAN 2 Kota Malang Unggul Nasional di OSN 2025

Pendidikan

Kemenag Susun Kurikulum dan Modul Ngaji Fasolatan

Pendidikan

UIN Surakarta Hadirkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu Pertama di Indonesia

Pendidikan

50 Mahasiswa PTIQ Jakarta Laksanakan KKM Internasional di Malaysia

Pendidikan

Program Saweu Sikula Polri Tingkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Narkoba dan Kenakalan Remaja di Pidie

Pemerintah Aceh

Pulihkan Semangat Anak Pascabencana, Save the Children Gelar Kegiatan Psikososial di Aceh Tengah