Home / Nasional

Selasa, 26 Agustus 2025 - 22:03 WIB

DPR RI Setujui Naturalisasi Empat Atlet Hoki Es Pertama di Indonesia

mm Redaksi

Naturalisasi empat atlet hoki es yang disetujui DPR RI dalam rapat kerja (raker) bersama Pemerintah, Selasa (26/8) pagi merupakan kali pertama dilakukan Indonesia untuk olahraga ini. Sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat saat mewakili Menpora Dito Ariotedjo dalam raker dengan Komisi XIII dan Komisi X.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Naturalisasi empat atlet hoki es yang disetujui DPR RI dalam rapat kerja (raker) bersama Pemerintah, Selasa (26/8) pagi merupakan kali pertama dilakukan Indonesia untuk olahraga ini. Sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat saat mewakili Menpora Dito Ariotedjo dalam raker dengan Komisi XIII dan Komisi X.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui naturalisasi empat atlet hoki es dalam rapat kerja (raker) bersama Pemerintah pada Selasa (26/8/2025) pagi. Keputusan ini menjadi sejarah baru karena merupakan kali pertama Indonesia melakukan naturalisasi untuk cabang olahraga hoki es.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, yang mewakili Menpora Dito Ariotedjo dalam raker dengan Komisi XIII dan Komisi X, menegaskan pentingnya langkah ini. “Kalau untuk naturalisasi pemain sepak bola kan sudah beberapa kali ya, nah untuk atlet hoki es hari ini yang pertama kalinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenag Luncurkan Perpustakaan dan Website JDIH Generasi Kedua, Teken MoU dengan Enam Kementerian/Lembaga

Wamenpora menjelaskan, naturalisasi ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan Pemerintah Rusia. Kemenpora sebelumnya menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Olahraga Rusia, termasuk membahas pengembangan hoki es. “Saat di Rusia kami juga bertemu dengan menteri olahraga di sana. Akhirnya bisa terlaksana hari ini untuk naturalisasi, ada empat atlet hoki es,” kata Taufik.

Keempat atlet yang dinaturalisasi adalah Savelii Molchcanov, Evgenii Nurislamov, Artem Bezrukov, dan Adel Khabibullin, yang kini memperkuat klub-klub hoki es Indonesia seperti Phoenix Tangerang, Badax, dan Batavia Demons.

Baca Juga :  Kadiv Humas: Kapolri Selalu Bertanya Kapan PWI Bersatu Lagi

Menurut Wamenpora, mereka akan menjadi tulang punggung Timnas Hoki Es Indonesia dengan target jangka pendek meraih emas di SEA Games 2025, 2027, 2029, serta meningkatkan performa di Kejuaraan Dunia Divisi IV hingga promosi ke Divisi III. Adapun target jangka panjang mencakup perolehan emas Asian Winter Games, peringkat 30 besar dunia pada 2040, dan partisipasi di Olimpiade Musim Dingin 2045.

Baca Juga :  Istana Pastikan Prabowo Putuskan Polemik 4 Pulau Berdasarkan Aspirasi-Historis

“Mudah-mudahan dengan adanya naturalisasi ini bisa meningkatkan olahraga Indonesia, sehingga negara Indonesia juga bisa dipandang di negara luar,” ucap Taufik.

Ketua Umum Federasi Hoki Es Indonesia (FHEI) Ronald Situmeang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan DPR atas dukungan penuh terhadap program naturalisasi ini. “Harapan kami ke depan naturalisasi ini bisa segera terwujud dan kami dapat mempersiapkan timnas untuk lebih berkompetisi di ajang-ajang multinasional yang akan datang,” tutur Ronald.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Raih Anugerah Srikandi Indonesia 2025 Kategori Penggerak Pendidikan
Mukhlis Hanafi

Nasional

Mukhlis Hanafi: Al-Qur’an Terangi Harmoni Sosial & Budaya
Kemenag

Nasional

Kemenag Gaet Gen Z Lewat Dakwah Film dan Konten Digital

Nasional

Kunjungan Wali Nanggroe ke Keraton Yogyakarta, Upaya Menghidupkan Kembali Adat Istiadat Aceh

Nasional

Aceh Raih 2 medali Perak dan 3 Medali Perunggu Kejurnas Kurash 

Nasional

PPG Angkatan II untuk Guru Pendidikan Agama Dimulai 1 September 2025

Nasional

Ribuan Umat Kristen Ikut Doa Bersama Bagi Bangsa, Jeane Marie Tulung: Mari Kita Hadir Sebagai Garam dan Terang

Nasional

Wakil Gubernur Aceh Peluncuran Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis