Redelong – Kebakaran melanda satu unit rumah milik warga di Kampung Pemango, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (13/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Permata AKP Taufik Kurniawan menyampaikan, rumah yang terbakar merupakan milik Sadri (42), seorang wiraswasta. Sementara itu, bangunan bengkel las yang berada terpisah dari rumah tidak terdampak dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat pemilik rumah bersama keluarganya sedang berada di luar rumah untuk berbelanja, sehingga rumah dalam kondisi kosong.
“Api pertama kali terlihat berasal dari bagian dapur yang berkonstruksi kayu. Asap tebal kemudian membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar,” ujar AKP Taufik Kurniawan.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Mengingat di sekitar lokasi terdapat bengkel las, warga juga mengantisipasi potensi bahaya dengan mengamankan peralatan yang berisiko.
Dalam proses tersebut, warga sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas LPG 3 kilogram di dapur rumah.
Petugas Pemadam Kebakaran dari Posko 05 Permata yang dibantu Posko 01 Bandar dan Posko 02 Pante Raya mengerahkan tiga unit armada ke lokasi. Setelah upaya pemadaman selama kurang lebih 50 menit, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.30 WIB.
Proses pemadaman turut melibatkan personel Polsek Permata, Koramil Permata, serta masyarakat setempat.
“Tidak ada korban jiwa. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara api berasal dari dapur rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah,” tambah Kapolsek.
Pasca kejadian, korban sementara mengungsi ke rumah tetangga, sementara barang-barang yang masih dapat diselamatkan telah diamankan.(*)
Editor: Dahlan










