Banda Aceh – Kepemimpinan Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem disebut menjadi tonggak kebangkitan prestasi olahraga Aceh. Di bawah kepemimpinannya saat menjabat Ketua Umum KONI Aceh, berbagai capaian positif mulai diraih oleh atlet-atlet Tanah Rencong di ajang nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia Aceh (KONI Aceh) bersama para pelaku olahraga, atlet, pelatih dan anak yatim di GOR Persatuan Angkat Berat Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia, Minggu (8/3/2026).
“Pak Gubernur berulang kali menegaskan bahwa KONI Aceh adalah kawah candradimuka dalam mempersiapkan atlet-atlet Aceh menjadi pribadi yang kuat dan berprestasi,” ujar Sekda.
Menurut M Nasir, kepemimpinan Mualem berhasil memicu tren positif prestasi olahraga Aceh. Jika sebelumnya kontingen Aceh sering berada di posisi dua puluhan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), pada masa kepemimpinannya prestasi Aceh mulai meningkat secara signifikan.
Ia menjelaskan, pada PON XIX Jawa Barat 2016 Aceh berhasil naik ke peringkat 17 dengan raihan delapan medali emas. Selanjutnya pada PON XX Papua 2021 kontingen Aceh kembali meningkat dengan menempati peringkat 12 dan meraih 11 medali emas.
Tak hanya itu, Mualem juga berperan dalam membawa penyelenggaraan PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024 ke Aceh. Ajang tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya PON digelar bersama oleh dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Utara.
Sekda Aceh juga mengenang kontribusi almarhum Kamaruddin Abubakar atau yang dikenal sebagai Abu Razak, yang melanjutkan tren positif tersebut. Saat Mualem menjabat Ketua Umum KONI Aceh, Abu Razak dipercaya sebagai Ketua Harian.
Di bawah kepemimpinan Abu Razak, prestasi kontingen Aceh meningkat tajam dengan menempati peringkat enam besar klasemen akhir PON serta meraih 65 medali emas.
“Tantangan kita ke depan adalah mempertahankan tren positif tersebut pada PON XXII di NTB-NTT tahun 2028. Persiapan harus lebih matang, karena masyarakat menjadikan PON sebelumnya sebagai tolok ukur keberhasilan,” kata M Nasir.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya mengajak seluruh jajaran KONI di semua tingkatan untuk terus merumuskan program kerja terbaik dalam meningkatkan prestasi olahraga Aceh.
Menurutnya, agenda olahraga terdekat yang harus menjadi perhatian bersama adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Aceh yang akan digelar di Calang, Kabupaten Aceh Jaya.
“Ini harus kita persiapkan dengan baik, bukan hanya sukses pelaksanaannya tetapi juga sukses prestasi atlet-atlet kita,” ujar Pon Yaya.
Pada kesempatan tersebut, Pon Yaya juga mengajak seluruh hadirin untuk mengirimkan doa dan membaca Surat Al-Fatihah bagi almarhum Abu Razak yang genap setahun wafat pada Ramadhan lalu saat menjalankan ibadah umrah di Mekah.
Kegiatan yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim itu turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, para Ketua KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, serta para atlet Aceh.
Editor: Dahlan










