Home / Nasional / Politik

Senin, 29 September 2025 - 16:42 WIB

BLKK Jadi Jalan Santri Masuk Dunia Industri, Kemenag Siap Kolaborasi

mm Redaksi

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Tengah), Lukmanul Hakim (Kiri), Habib Ahmad Assegaf (Kanan). dok. Kemenag RI

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Tengah), Lukmanul Hakim (Kiri), Habib Ahmad Assegaf (Kanan). dok. Kemenag RI

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK). Langkah ini bertujuan memberi bekal keterampilan bagi santri agar lebih kompetitif di dunia industri.

Hal ini disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai berdiskusi dengan Lukmanul Hakim, mantan Tenaga Ahli Kemnaker yang kini menjadi Pembina di National Industrial Watch, di kantor pusat Kemenag, Jakarta, Senin (29/9/2025). Diskusi ini turut dihadiri Habib Ahmad Assegaf.

Baca Juga :  Menag Buka Blissful Mawlid 2025 dengan Funwalk, Rayakan Maulid dan Kemerdekaan

Pertemuan membahas percepatan serapan tenaga kerja di kalangan lulusan pesantren. Lukmanul Hakim menyoroti optimalisasi BLKK yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, banyak lulusan pesantren dan Madrasah Aliyah belum sepenuhnya tersambung dengan kebutuhan industri.

“Saya sebelumnya tenaga ahli di Kementerian Ketenagakerjaan. Makanya saya coba memberikan konsep ke Pak Menteri Agama terkait serapan tenaga kerja, karena banyak lulusan pesantren yang tidak sinkron dengan industri,” jelas Lukmanul usai pertemuan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Konstitusi Harus Jadi Landasan Kesejahteraan Rakyat

Saat ini terdapat sekitar 5.200 BLKK yang bisa dimaksimalkan sebagai sarana peningkatan kompetensi kerja para santri. Gagasan ini diharapkan menjadi dasar nota kesepahaman (MoU) antara Kemenag dan Kemnaker.

“Konsep ini mubazir kalau tidak saya sampaikan. Harapannya Kemenag bisa langsung berkomunikasi dengan Kemnaker untuk memaksimalkan target serapan tenaga kerja sesuai keinginan Pak Prabowo,” kata Lukman.

Baca Juga :  Lima Mahasiswa STABN Sriwijaya Ikuti Program Internasional di India, Bertemu Dalai Lama

Menag merespons positif, menyebut ide tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk memaksimalkan serapan tenaga kerja, khususnya dari lulusan pondok pesantren dan Madrasah Aliyah.

“Nanti kita coba follow-up lagi terkait ide tersebut, saya rasa ide-ide tersebut sejalan dengan program (pemerintahan) Prabowo,” ujar Menag.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Wamenag Apresiasi Prestasi MAN IC Batam di Milad ke-9, Siswa Raih Prestasi Internasional

Nasional

Menag Terima Delegasi Zayed Award di Masjid Istiqlal, Bahas Kerukunan Lintas Agama

Nasional

Mayjen TNI Niko Fahrizal Ajak Partisipasi masyarakat Aceh untuk bantu Korban Gempa Bumi Myanmar

Nasional

89 Dewan Hakim MQKI 2025 Dilantik, Doa untuk Santri Korban Musala

Parlementarial

DPRA Tetapkan Lima Komisioner KIA 2025–2029, Hasil Seleksi Ketat dan Uji Kelayakan

Kesehatan

Jaringan Aneuk Syuhada Desak Pemerintah Aceh Dirikan BPJS Sendiri

Nasional

Muchlis Hanafi Terpilih Jadi Ketua AICI 2025–2028, Siap Bawa Juru Bahasa Indonesia Makin Profesional

Politik

Menhan Sjafrie Hadiri Pelantikan Menteri Baru Kabinet Merah Putih