Home / Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

Bendera Alam Peudeung  Warisan Sejarah Kesultanan Aceh, Said Ahmad : Bendera Alam Peudeung Identitas Masyarakat Aceh

mm Muhammad Rissan

Said Ahmad Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Lauser Antara. Foto:Dok/Tgk. Adam

Said Ahmad Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Lauser Antara. Foto:Dok/Tgk. Adam

Banda Aceh – Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah politik dan peradaban Islam paling kuat di Nusantara. Dalam perjalanan sejarah tersebut, Bendera Alam Peudeung dikenal sebagai panji Kesultanan Aceh Darussalam yang digunakan sejak masa awal berdirinya kesultanan dan berkembang luas pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607–1636).

Bendera ini berciri dasar merah dengan lambang bulan sabit, bintang, dan sebilah pedang berwarna putih sebagai simbol keberanian, keadilan, dan kekuatan Kesultanan Aceh.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Leuser Antara, Said Ahmad, menyatakan bahwa Bendera Alam Peudeung merupakan simbol sejarah yang memiliki legitimasi budaya dan historis sebagai identitas masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Kapolres Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Polres Lhokseumawe

“Bendera Alam Peudeung bukanlah simbol yang lahir dari dinamika politik modern, melainkan bagian dari warisan Kesultanan Aceh Darussalam yang telah dikenal selama berabad-abad. Simbol ini mencerminkan kejayaan, persatuan, dan kedaulatan Aceh pada masa lalu.”

Sejumlah kajian sejarah menyebutkan bahwa panji Alam Peudeung telah digunakan sejak perkembangan awal Kesultanan Aceh pada abad ke-15 hingga ke-16, kemudian menjadi simbol resmi Kesultanan Aceh sampai berakhirnya perang Aceh melawan kolonial Belanda pada awal abad ke-20.

Dalam berbagai tradisi adat Aceh, Alam Peudeung juga masih dikibarkan sebagai simbol pelestarian sejarah dan kebesaran Kesultanan Aceh Darussalam.

Baca Juga :  Komunikasi Publik Kunci Bangun Kepercayaan Masyarakat, Sumut Jadi Tuan Rumah Rembuk Nasional

Menurut Said Ahmad, masyarakat Aceh membutuhkan simbol yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat berdasarkan sejarah bersama.

“Kami memandang Alam Peudeung memiliki nilai sejarah yang dapat diterima sebagai identitas budaya Aceh. Simbol ini menjadi pengingat bahwa Aceh pernah berdiri sebagai kerajaan besar yang disegani di kawasan Asia Tenggara.”

Dalam hal ini, Kami juga mengharapkan agar pembahasan mengenai simbol daerah tidak lagi menjadi ruang polarisasi politik.

“Kami berharap tidak ada lagi penggunaan simbol-simbol yang menimbulkan perdebatan politik berkepanjangan. Sudah saatnya masyarakat Aceh mengedepankan simbol yang berakar pada sejarah dan kebudayaan sehingga dapat menjadi perekat persatuan seluruh rakyat Aceh.”

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Pemuda, BPVP dan Baitul Mal Banda Aceh Siapkan Program Pelatihan Keterampilan

Bagi kami,  menjaga warisan sejarah merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melestarikan Alam Peudeung bukan berarti menghidupkan romantisme politik masa lalu, tetapi menghormati sejarah dan kebudayaan Aceh sebagai bagian dari khazanah bangsa Indonesia.”

Lebih lanjut Said Ahmad mengharapkan agar seluruh tokoh adat, akademisi, sejarawan, pemerintah, dan seluruh masyarakat Aceh untuk membangun dialog yang objektif berdasarkan fakta sejarah sehingga identitas Aceh dapat menjadi kekuatan pemersatu bagi generasi mendatang. Pungkasnya. (R)

Share :

Baca Juga

Daerah

384 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Aceh Utara Minta Warga Tingkatkan Waspada

Daerah

Banda Aceh Peduli: Wali Kota Illiza Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan Banjir dan Longsor ke Sejumlah Daerah di Aceh
Wagub Aceh

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Panen Padi 72 Hari di Aceh Tamiang

Daerah

Babinsa Koramil 05/Permata Kawal Ketat Pilkades Serentak, Jaga Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Daerah

Dugaan Kartel Tengkulak Menguat

Daerah

Anggota Komisi IV DPRA Ngohwan Dorong Layanan Trans Koetaradja Jadi Badan Layanan Umum

Daerah

Rektor UIN Ar-Raniry Apresiasi Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Aceh
Pejabat Polres Aceh Utara

Daerah

Kapolda Aceh Rotasi Sejumlah Pejabat Polres Aceh Utara