Home / Pemerintah Aceh / Politik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:34 WIB

Bang Jack Libya Minta Publik Tak Besarkan Isu Ketua DPRA dan Sekda Aceh

mm Redaksi

Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, memberikan pandangan terkait dinamika komunikasi antara Ketua DPRA dan Sekda Aceh, Senin (2/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, memberikan pandangan terkait dinamika komunikasi antara Ketua DPRA dan Sekda Aceh, Senin (2/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, menilai dinamika komunikasi antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli yang akrab disapa Abang Samalanga dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan.

Menurut Bang Jack, perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik seharusnya dipahami sebagai bagian dari mekanisme checks and balances dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis, bukan justru dibesar-besarkan apalagi dipolitisasi secara berlebihan.

“Dalam pemerintahan, dinamika itu lumrah. Ini bagian dari checks and balances. Jangan kemudian ditarik ke arah konflik atau dipelintir menjadi isu politik yang memecah belah,” ujar Bang Jack, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Kemenpora Bekali 37 Delegasi PPAN 2025 Lewat Pelatihan Pra Keberangkatan
Sama-sama Dipercaya Gubernur Aceh

Bang Jack menegaskan, baik Ketua DPRA maupun Sekda Aceh merupakan dua figur strategis yang sama-sama mendapatkan kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).

Ia menilai, keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung jalannya pemerintahan Aceh saat ini.

“DPRA berperan mengawal agenda politik dan aspirasi rakyat, sementara Sekda memastikan roda birokrasi berjalan efektif serta pelayanan publik tetap optimal,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Tinjau Korban Banjir Bandang Sawang Aceh Utara, 85 KK Mengungsi di Meunasah Paya Rubek
Jangan Giring Opini yang Memecah Belah

Bang Jack juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menggiring opini negatif seolah-olah terjadi perpecahan di internal pemerintahan Aceh.

Menurutnya, Aceh membutuhkan stabilitas dan kerja sama semua pihak, bukan polemik yang justru melemahkan konsolidasi pemerintahan.

“Yang perlu kita kedepankan adalah persatuan. Jangan ada pihak yang menggiring opini seakan-akan ada konflik besar, karena itu hanya akan merugikan Aceh,” tegasnya.

Baca Juga :  Kukuhkan Marlina sebagai Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Ketua FORIKAN
Fokus pada Kepentingan Rakyat Aceh

Lebih lanjut, Bang Jack menekankan bahwa Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan sosial dan musibah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemerintahan Mualem–Dek Fadh agar dapat bekerja maksimal demi kepentingan rakyat Aceh.

“Fokus utama kita saat ini adalah membantu masyarakat, mempercepat pemulihan, dan memastikan pemerintahan benar-benar bekerja untuk rakyat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Akhiri Kebuntuan APBK 2026, Wagub Aceh Minta Pemkab dan DPRK Aceh Singkil Segera Paripurna

Politik

Aktivis Muda Aceh Nilai Polemik Elit Politik Rugikan Rakyat Akar Rumput

Pemerintah Aceh

Polemik Huntara di Bireuen Selesai, Wagub Aceh: Warga Sepakat Pilih Hunian Tetap

Pemerintah Aceh

Peduli Korban Bencana, DWP Aceh Serahkan Bantuan untuk ASN Terdampak

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Terima Bantuan CSR Sistem Emergency Call Center 112 dari PT DSI

Nasional

Solidaritas Lintas Daerah, Bantuan untuk Aceh Tembus Rp10,3 Miliar

Advertorial

Disdik Aceh Dorong Prestasi Siswa OSN Lewat Kelas Lanjutan dan Komunitas Belajar

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Yakin Realisasi APBA 2025 Capai Target