Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 13 April 2026 - 23:00 WIB

Banda Aceh Arahkan Pembangunan 2027 ke SDM, Layanan Dasar, dan Kolaborasi

mm Tiara Ayu Juneva

Wali Kota Banda Aceh IIliza Sa'aduddin Djamal bersama Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah menandatangi dokumen Musrenbang RKPD 2027, Senin (13/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh IIliza Sa'aduddin Djamal bersama Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah menandatangi dokumen Musrenbang RKPD 2027, Senin (13/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menetapkan arah pembangunan tahun 2027 dengan menitikberatkan pada peningkatan layanan dasar, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta kolaborasi lintas sektor.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat membuka Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027, Senin (13/4/2026).

Ia mengatakan bahwa fokus tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Hadiri Light Up The Dream, Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Menurutnya, tema pembangunan 2027 dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, dengan menyeimbangkan pembangunan fisik dan peningkatan kapasitas manusia.

“Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia. Ini penting agar hasil pembangunan bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, pemerintah memprioritaskan peningkatan akses pendidikan melalui program beasiswa, serta penguatan sektor kesehatan, khususnya penanganan stunting dan penyakit menular.

Illiza menegaskan, persoalan stunting tidak bisa dilihat semata dari aspek ekonomi, melainkan juga dipengaruhi pola hidup dan kesadaran masyarakat.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pelatihan bersertifikasi bagi pelaku UMKM, serta pengembangan program berbasis lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.

Baca Juga :  Dorong Generasi Sehat, Illiza Tekankan Pentingnya Keamanan Pangan di Sekolah

Sejumlah program yang telah berjalan, seperti pasar pangan murah dan subsidi kebutuhan pokok, juga akan terus dilanjutkan guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong model pembangunan berbasis kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga nasional maupun internasional. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dalam penerapan sistem pembayaran digital QRIS.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Jeulingke, Pemko Banda Aceh Serap Aspirasi Warga dan Bantu Masjid

Kemitraan juga diperluas dengan perguruan tinggi, lembaga non-pemerintah, hingga kerja sama luar negeri, termasuk dengan kota-kota di Jepang dan Paris.

Illiza menyebut, capaian penurunan angka kemiskinan pada 2026 menjadi dasar untuk memperkuat program pembangunan ke depan. “Yang terpenting bagaimana capaian ini bisa kita jaga, bahkan ditingkatkan, sehingga kesejahteraan masyarakat terus membaik,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Banda Aceh ditargetkan berkembang sebagai kota yang inklusif, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman, seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Kasus ISPA Naik di Banda Aceh, 14 Warga Positif Influenza A

Daerah

Wali Kota Illiza Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan Banda Aceh untuk Korban Banjir Bireuen

Pemko Banda Aceh

Ngabuburit Spectaxcullar di KPP Pratama Banda Aceh, Illiza: Pajak dan Zakat Kunci Kesejahteraan Masyarakat

Pemko Banda Aceh

Permudah Transaksi Ramadan, ATM Drive Thru Bank Aceh Syariah Kini Hadir di Pusat Kota Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Perkuat Penegakan Qanun, Pemko Banda Aceh Tempatkan Satu Regu Satpol PP dan WH di Tiap Kecamatan

Pemko Banda Aceh

Tepat Waktu, Pemko Banda Aceh Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI Perwakilan Aceh

Pemko Banda Aceh

Jelang Pilchiksung Serentak, Wali Kota Illiza Pantau Kesiapan TPS

Pemko Banda Aceh

Refleksi Setahun Illiza–Afdhal Pimpin Banda Aceh: Konsolidasi Fiskal Berhasil, IPM Tembus 89,55