Home / Pendidikan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:00 WIB

Bangga! Nurul Izzah Wakili Aceh di AICIS+ 2025 UIII Depok

mm Redaksi

Mahasiswi UIII asal Gambia, Adam Nyang (kiri) dan mahasiswi UIII asal Aceh, Izzah (kanan). dok. Kemenag RI

Mahasiswi UIII asal Gambia, Adam Nyang (kiri) dan mahasiswi UIII asal Aceh, Izzah (kanan). dok. Kemenag RI

Depok – Rasa bangga terpancar dari wajah Nurul Izzah Febilia, mahasiswi asal Aceh yang kini menempuh pendidikan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok. Ia menjadi salah satu peserta yang mewakili Aceh dalam ajang internasional Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025.

“Ini seperti sebuah privilege bagi saya, karena konferensi ini diadakan di tahun pertama saya menjadi mahasiswa UIII. Saya bisa mendapatkan insight dari keynote speaker seluruh dunia, juga networking yang sangat berharga. Saya bangga bisa menjadi bagian dari UIII yang tahun ini menjadi tuan rumah AICIS,” ujar Izzah penuh semangat, Senin (27/10/2025).

Baca Juga :  Menag Resmikan Pembangunan Kampus Peradaban Qur’ani Internasional PTIQ Jakarta

AICIS+ 2025 merupakan konferensi internasional tahunan ke-24 yang digelar Kementerian Agama RI di kampus UIII Depok. Tahun ini, konferensi tersebut mengusung tema “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future.”

Menurut Izzah, tema tersebut menggambarkan semangat keterbukaan dan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang sangat relevan dengan perkembangan dunia akademik modern.
“Saya juga senang karena tahun ini temanya lebih terbuka dan multidisipliner. Kita tidak hanya membahas Islamic Studies dari sudut pandang agama saja, tetapi juga mengintegrasikan berbagai cabang ilmu, termasuk sains dan sosial,” jelas mahasiswi program Magister pada Fakultas Pendidikan UIII itu.

Baca Juga :  MOOC Pintar Kemenag Pecahkan Rekor, 159.884 Peserta Ikuti Pelatihan Daring

Ia menilai pendekatan multidisipliner penting untuk memperkaya kajian Islam di era digital dan teknologi tinggi. “Setiap disiplin ilmu memiliki keterkaitan dan saling melengkapi. Jadi menurut saya, pendekatan multidisipliner ini harus dipertahankan dan dikembangkan lebih besar lagi di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  AICIS+ 2025 Banjir Peminat, Lebih 1.000 Naskah Penelitian dari 18 Negara Diterima

Selain Izzah, mahasiswa dari berbagai negara juga hadir, seperti Adam Nyang, mahasiswi asal Gambia yang baru sebulan belajar di Indonesia. Ia menyebut AICIS+ menjadi wadah untuk bertukar pandangan antara mahasiswa dari beragam latar belakang budaya dan keilmuan.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Lomba Karya Tulis Hadis

Pendidikan

STQH Nasional 2025 Kendari Tambah Lomba Karya Tulis Hadis

Aceh Barat

Comsrat ke-8 MAN 1 Aceh Barat Resmi Dibuka, Wabup Dorong Aktualisasi Potensi Pelajar

Pendidikan

Menag: Alumni PTKIN Harus Jadi Ilmuwan dan Cendekiawan

Pendidikan

Menag Resmikan Sekolah Unggul Garuda di Perbatasan Kaltara

Pendidikan

UIN Raden Intan Lampung Pertahankan Gelar Kampus Hijau Terbaik PTKIN

Daerah

Pemerintah Aceh Usul Bangun Sekolah Unggul Garuda Baru di Kuta Malaka Aceh Besar
Guru Aceh

Pendidikan

Guru Aceh Tembus Level Internasional, Belajar AI di China

Pemerintah Aceh

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli