Home / Aceh Besar / Daerah / Pemerintah

Jumat, 9 Mei 2025 - 21:18 WIB

Bupati Aceh Besar Kecewa Acara Keagamaan Sepi Peminat, Pembagian Sembako Berdesak-desakan

Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) berbincang dengan Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris (kiri) usai pelantikan pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di Jantho, Aceh Besar, Aceh, Kamis (13/2/2025). Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris dan Syukri A Jalil yang maju dari jalur independen itu ungggul dari tiga kandidat lainnya dengan memperoleh 73.673 suara atau 33,8 persen dari total suara sah pada Pilkada Serentak 2024. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/Spt.(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) berbincang dengan Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris (kiri) usai pelantikan pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di Jantho, Aceh Besar, Aceh, Kamis (13/2/2025). Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris dan Syukri A Jalil yang maju dari jalur independen itu ungggul dari tiga kandidat lainnya dengan memperoleh 73.673 suara atau 33,8 persen dari total suara sah pada Pilkada Serentak 2024. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/Spt.(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jantho – Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris megaku kecewa acara sosialisasi fatwa dan hukum Islam sepi peminat. Muharram mengatakan, pada Rabu (7/5/2025) kemarin, dia membuka sosialisasi fatwa dan hukum Islam dalam rangka pelaksanaan program Ulama Saweu Gampong (USG) di Kecamatan Peukan Bada. Namun, Syech Muharram mengaku kecewa lantaran antusiasme masyarakat dalam acara tersebut sangat rendah.

“Sangat disayangkan, kegiatan yang memiliki manfaat besar seperti ini justru sepi peminat. Padahal, kalau pembagian sembako, orang berdesak-desakan untuk hadir. Ini menjadi tantangan besar dalam menyampaikan syariat kepada umat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/5/2025).

Baca Juga :  Buka Turnamen Sepak Bola, Syech Muharram Minta Pemain Junjung Tinggi Sportifitas dan Tegakkan Syariat Islam Dalam Berolahraga

Menurut Syech Muharram, pentingnya pelaksanaan syariat Islam harus didasari dengan keikhlasan dan niat tulus dari hati. Penerapan syariat Islam di Aceh Besar harus dilakukan secara utuh dan tidak boleh setengah-setengah.

“Syariat Islam harus kita jalankan secara maksimal dan tegas, sesuai dengan tuntunan syara’. Tidak bisa dijalankan hanya ketika menguntungkan saja,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar untuk menghadirkan pengajian rutin mingguan di setiap kecamatan. Menurutnya, pengajian ini harus diikuti oleh tiga unsur penting gampong (desa), yaitu keuchik, tengku (ustaz) gampong, dan tuha peut (perangkat hukum desa).

Baca Juga :  Belasan Guru Berstatus Aparatur Sipil Negara Terciduk di Warkop, Pelajar Bolos akan Ditangkap

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Pageu Gampong atau pagar kampung yang menjadi bagian dari visi dan misinya, akan segera dijalankan sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial dan akidah gampong dari pengaruh negatif luar.

“Kalau di sebuah gampong masih dipelihara kemunkaran, jangan berharap akan datang kemakmuran di sana. Kita harus bersih-bersih bersama dari akar-akarnya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pangdam IM: Peredaran Barang Ilegal Ancam Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Wilayah.

Kritik acara tunangan Dalam kesempatan itu, Syech Muharram juga mengkritik acara tunangan di wilayahnya yang dinilai mulai menyimpang dan tidak sesuai dengan hukum Islam. Syech Muharram melihat, belakangan ini acara tunangan yang menampilkan pasangan duduk bersanding di pelaminan mulai marak di Aceh Besar, padahal mereka belum sah menjadi mahram.

“Ini jelas bukan bagian dari syariat dan bertentangan dengan hukum Islam. Kebenaran harus ditegakkan agar adat yang keliru tidak terus berkembang,” kata Syech Muharram.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

MIN 27 Aceh Besar Ajak 132 Siswa Asah Keterampilan Menulis Lewat Wisata Literasi

Daerah

Apel Pamungkas di Polresta Banda Aceh, KBP Fahmi Ucapkan Terima Kasih Untuk Semuanya

Daerah

Duka di Bintang Berangun, Anak Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Daerah

Di Awal Tahun Ajaran Baru, Babinsa Koramil 04/PRG Kunjungi SMA N 1 PRG

Aceh Besar

Gerakan Pangan Murah Meriahkan HUT ke-80 RI di Aceh Besar

Daerah

Tanggul 2,5 Meter Dibangun di Jakarta Utara Hadapi Ancaman Banjir Rob

Advertorial

10 Ribu Lebih Anak di Banda Aceh Belum Miliki KIA, Disdukcapil Gencar Masuk ke Sekolah-Sekolah

Daerah

Polwan Ambil Alih Patroli Jumat di Mapolres Aceh Tamiang