Home / Daerah

Jumat, 25 Juli 2025 - 20:23 WIB

Bupati Aceh Utara Usulkan Bantuan ke Kemensos RI untuk Tangani Abrasi di Lhok Pu’uek

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., yang akrab disapa Ayah Wa. Dok. Pemkab Aceh Utara

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., yang akrab disapa Ayah Wa. Dok. Pemkab Aceh Utara

Aceh Utara – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., yang akrab disapa Ayah Wa, mengambil langkah strategis menyikapi bencana abrasi yang kian mengancam wilayah pesisir Desa Lhok Pu’uek, Kecamatan Seunuddon. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kerusakan akibat gelombang laut yang terus-menerus mengikis daratan desa tersebut.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Ayah Wa telah melaporkan kejadian abrasi ke Kementerian Sosial Republik Indonesia guna memperoleh penanganan yang maksimal dan bantuan bagi warga terdampak.

“Kita harus hadir bersama rakyat saat mereka dalam kesulitan. Untuk itu, kita telah mengusulkan bantuan ke Kementerian Sosial RI agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Ayah Wa. Jumat, 25 Juli 2025.

Baca Juga :  Polda Aceh dan Jajaran Saksikan Secara Virtual Pergelaran Wayang Kulit Lakon Amartha Binangun

Geuchik Gampong Lhok Pu’uek, T. Bakhtiar, mengungkapkan bahwa abrasi di wilayahnya bukanlah hal baru. Setiap tahun, gelombang laut selalu menerjang kawasan tersebut, dan telah menyebabkan sebanyak 38 rumah warga hilang terseret ke laut.

“Abrasi itu sudah berulang kali terjadi, bahkan tahun lalu sangat banyak rumah warga yang terdampak, tetapi tidak ada titik temunya dari pihak pemerintah,” ujar T. Bakhtiar.

Kondisi semakin memprihatinkan karena sekitar 214 rumah warga lainnya kini berada dalam kondisi terancam. Letaknya yang sangat dekat dengan garis pantai membuat masyarakat resah, terutama saat pasang tinggi datang.

Baca Juga :  Kembali dari tunaikan Ibadah Haji, Pangdam IM dan Ketua Persit KCK Daerah IM disambut PJU Kodam beserta Istri

Merespons kondisi ini, Bupati Ayah Wa menegaskan komitmennya dalam mencari solusi konkret. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat, kolaboratif, dan tepat sasaran dalam menghadapi bencana lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga telah mengusulkan agar pemerintah pusat mengalokasikan program bantuan rumah layak huni atau relokasi khusus bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan abrasi, tidak hanya di Lhok Pu’uek, tetapi juga di wilayah pesisir lainnya di Aceh Utara yang berisiko serupa.

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyusun strategi penanganan abrasi secara teknis dan ekologis. Langkah ini meliputi pembangunan penahan ombak serta rehabilitasi kawasan pesisir guna meminimalisir dampak abrasi di masa depan.

Baca Juga :  Mualem Keluarkan Rekom Calon Pengurus Bank Aceh, Kandidat Diminta Persiapkan Dokumen Proses ke OJK

Pemerintah desa bersama masyarakat setempat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pendataan terhadap potensi kerusakan lanjutan. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar respons terhadap laporan warga bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Selain itu, logistik sementara disiapkan apabila terjadi gelombang pasang yang mengharuskan warga mengungsi.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan pusat, Ayah Wa berharap masyarakat tetap tabah menghadapi ujian ini.

“Insya Allah, Aceh Utara Bangkit bukan hanya slogan, tapi semangat untuk hadir dan melayani rakyat dalam keadaan apapun,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Gelar Bakti Religi di Masjid Subulussalam PLTD Apung

Daerah

TNI AD Hadirkan Sumur Bor, Santri Ponpes Semayon Terbantu

Daerah

Apel Pagi, Kabid PFM Ingatkan Komitmen Realisasi Dinas Sosial Aceh

Daerah

Peringatan 20 Tahun MoU Helsinki, Ini Pesan Bupati Al-Farlaky Untuk Generasi Muda

Daerah

Brigif TP 90/YGD Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi Masyarakat

Daerah

KPA Simeulue Peringati Milad GAM ke-49, Gelar Santunan Anak Yatim dan Serukan Penguatan Perdamaian

Daerah

Ahmad Danion Kembali Tinjau Lokasi Penanaman Jagung Hibrida, Dalam Waktu Dekat Akan Launching

Daerah

Misratman: Jelang Pencoblosan, Hak Suara Dihilangkan, P2K Harus Bertanggung Jawab