Home / News / Pendidikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:58 WIB

IN-SAINTEK 2026: Sains Dan Edukasi Perkuat Ketangguhan Hadapi BencanaHidrometeorologi

mm Redaksi

Peserta Disaster Science Camp (DSC) 2026 mengikuti rangkaian edukasi mengenai pengurangan risiko bencana hidrometeorologi yang digelar TDMRC USK, 28 September–2 Oktober 2026. Foto: Dok. Istimewa

Peserta Disaster Science Camp (DSC) 2026 mengikuti rangkaian edukasi mengenai pengurangan risiko bencana hidrometeorologi yang digelar TDMRC USK, 28 September–2 Oktober 2026. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Tsunami and Disaster Mitigation Research Center Universitas Syiah Kuala (TDMRC USK) bersama Direktorat Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyelenggarakan IN-SAINTEK 2026 dengan tema “Sains dan Edukasi untuk Resiliensi (SERASI) Risiko Bencana Hidrometeorologi”.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran TDMRC USK sebagai pusat unggulan sains dan teknologi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus mengubah hasil riset kebencanaan menjadi pengetahuan yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi warga. Program ini juga mendukung kebijakan nasional serta agenda global pengurangan risiko bencana.

Fokus IN-SAINTEK 2026 diarahkan pada penanganan bencana hidrometeorologi, sebagai tanggapan atas peristiwa Badai Tropis Senyar Sumatra 2025 serta tren meningkatnya frekuensi dan dampak bencana sejenis secara global.

Baca Juga :  TNI-Polri dan Warga Distrik Ilu Bangun Rumah Baca untuk Anak-Anak Papua
TDMRC: Dari Riset Menuju Solusi Nyata

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA. menyampaikan bahwa sejak didirikan pasca-tsunami 2004, TDMRC telah berkembang menjadi pusat unggulan iptek dengan kapasitas riset multidisiplin, sumber daya manusia berkualitas, serta jejaring kerja sama yang luas di tingkat internasional.

Ketua TDMRC, Prof. Dr. Muksin Umar, menambahkan bahwa lembaganya telah menghasilkan berbagai penelitian mencakup pemodelan banjir dan tsunami, pemetaan risiko multi-bahaya, analisis dimensi sosial-ekonomi, teknologi peringatan dini, hingga tata ruang berbasis mitigasi.

“Namun tantangan utamanya adalah memastikan pengetahuan tersebut tidak hanya berhenti di ruang akademik, melainkan menjadi solusi nyata di tengah masyarakat — terutama di wilayah rawan bencana seperti Aceh,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Pimpin Apel Pagi Pasca Idul Fitri, Ajak Pegawai Disiplin Kerja
Tiga Kegiatan Utama IN-SAINTEK 2026

Program ini menjawab kebutuhan tersebut melalui tiga rangkaian kegiatan:

  1. Disaster Science Camp (DSC) 2026 — bertema bencana hidrometeorologi, berlangsung 28 September–2 Oktober 2026, diikuti 30 siswa SMA/sederajat dari seluruh Aceh. Para peserta mempelajari langsung upaya pengurangan risiko bencana.
  2. Pelatihan Siaga Risiko Bencana Hidrometeorologi (TS–Hidromet) — ditujukan bagi guru dan mahasiswa, dilaksanakan 7–8 Oktober 2026.
  3. Open House TDMRC USK 2026 — terbuka untuk umum, digelar 14–16 Oktober 2026, diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan.

Ketua Pelaksana IN-SAINTEK 2026, Ibnu Rusydy, M.Sc., menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan, memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, serta membangun ekosistem kesiapsiagaan yang tangguh.

Baca Juga :  Perkuat Regulasi Pendidikan Islam, Dinas Dayah Aceh Dorong Qanun Dayah Pidie Jaya Lebih Komprehensif
Selaras Fase Pengembangan TDMRC

IN-SAINTEK 2026 sejalan dengan peta jalan pengembangan TDMRC: konsolidasi (2006–2010), penguatan riset (2011–2015), inovasi dan implementasi (2016–2025), menuju daya saing global (2025–2030). Kini, TDMRC berperan sebagai jembatan yang menghubungkan sains kebencanaan dengan kehidupan masyarakat, memperkokoh ketangguhan Aceh sekaligus menyumbang kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia.

Kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Pendidikan Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas) Provinsi Aceh, Dinas Perhubungan Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Balai Wilayah Sungai, serta BMKG Stasiun Blang Bintang dan Indrapuri.(*)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Pelantikan PGRI Aceh Barat, Bupati Tarmizi Dorong Kolaborasi Majukan Dunia Pendidikan

Daerah

Peduli Korban Banjir Bandang, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh Kirim Bantuan ke Pidie Jaya

Pendidikan

SMA Negeri 3 Simeulue Sinabang Buka Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026

Pendidikan

Kemenag Umumkan 153 Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025, Dapat Fasilitas Hingga Rp140 Juta

Pemko Banda Aceh

LLDIKTI Award 2025: Banda Aceh Fokus Bangun SDM Berkualitas dan Kota Parfum Dunia

Daerah

Jalan Tangse Rusak Parah, Senator Darwati Pertanyakan Anggaran Perbaikan ke Bappenas

News

Mualem Hadiri Zikir Akbar di Makam Sultan Iskandar Muda

News

Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah