Home / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Rabu, 9 September 2026 - 12:33 WIB

Dinkes Banda Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi

mm Redaksi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan peserta OJT berfoto bersama usai kegiatan pelatihan kegawatdaruratan ibu dan anak di RSIA Kota Banda Aceh, Rabu (4/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan peserta OJT berfoto bersama usai kegiatan pelatihan kegawatdaruratan ibu dan anak di RSIA Kota Banda Aceh, Rabu (4/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar On the Job Training (OJT) Kasus Kegawatdaruratan Ibu dan Anak bagi tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Banda Aceh, Kecamatan Meuraxa, pada 2–4 September 2026.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Melalui OJT, peserta diharapkan mampu memberikan penanganan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., saat membuka kegiatan mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan optimal.

“Kegawatdaruratan maternal dan neonatal membutuhkan respons yang cepat dan tepat. Karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama harus memiliki kompetensi yang memadai, sehingga mampu melakukan deteksi dini, memberikan pertolongan awal, serta menentukan langkah rujukan secara tepat apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Wahyudi.

Baca Juga :  Farid Nyak Umar Tampung Aspirasi Soal Kenakalan Remaja dan Tingginya Mahar di Banda Aceh

Menurutnya, pelaksanaan OJT di rumah sakit rujukan memberikan pengalaman penting bagi tenaga kesehatan puskesmas karena peserta dapat mempelajari langsung penanganan kasus dalam kondisi klinis yang nyata.

“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teori, tetapi benar-benar dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan petugas ketika menghadapi kasus kegawatdaruratan di lapangan,” katanya.

Wahyudi juga menekankan pentingnya penguatan jejaring antara puskesmas dan rumah sakit agar proses rujukan dapat berlangsung cepat, efektif, dan terintegrasi.

Baca Juga :  Dessy Maulidha Monitoring Posyandu Lampoh Daya, Dorong Pencegahan Stunting di Banda Aceh

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi yang memadukan pembelajaran teori dan praktik klinis. Materi meliputi penanganan kegawatdaruratan pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas, kegawatdaruratan bayi baru lahir, masa transisi sistem pernapasan dan sirkulasi neonatus, persalinan bersih dan aman, serta alur dan persiapan resusitasi bayi baru lahir.

Untuk menunjang proses pembelajaran, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menghadirkan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta dokter spesialis Anak sebagai narasumber dan pendamping peserta.

Direktur RSIA Kota Banda Aceh bersama para dokter spesialis turut memberikan pendampingan secara langsung selama kegiatan. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik klinis berdasarkan kondisi dan kasus yang ditemui di rumah sakit.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Illiza Sidak ASN Banda Aceh dan Tekankan Disiplin serta Pelayanan Publik

Melalui pendekatan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan semakin mampu mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, menentukan prioritas penanganan, memberikan tindakan awal yang tepat, serta memahami mekanisme koordinasi dan rujukan.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap kegiatan OJT dapat memperkuat mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat FKTP. Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, kegiatan ini diharapkan mempererat kolaborasi antara puskesmas dan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.

Dengan kompetensi tenaga kesehatan dan sistem rujukan yang semakin baik, pelayanan terhadap ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi baru lahir diharapkan dapat berlangsung lebih responsif, aman, dan berkualitas, sekaligus berkontribusi dalam menekan angka kesakitan dan kematian maternal maupun neonatal di Kota Banda Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Anggota DPRK Banda Aceh Desak Pemko Segera Terapkan Zonasi PKL

Kesehatan

Manfaat Cengkeh untuk Gigi, Hati, dan Imunitas: Jangan Lewatkan!

Kesehatan

RSUD Yulidin Away Kembali Raih Tipe B, Aceh Selatan Dapat Bantuan Alkes Rp 2 Miliar dari Kemenkes
MTQ Aceh

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Melesat ke Final Fahmil Quran MTQ Aceh 2025

Pemko Banda Aceh

Tepat Waktu, Pemko Banda Aceh Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI Perwakilan Aceh

Pemko Banda Aceh

Tempo Nominasikan Wali Kota Banda Aceh Illiza dalam Apresiasi Swara Cantika 2026

Pemko Banda Aceh

Welcome Dinner APEKSI di Banda Aceh Penuh Keakraban, Illiza Tekankan Semangat Kolaborasi

Kesehatan

Sofyan Semua Pengobatan Anak Saya Gratis Tanpa Kendala Berkat Program JKN