Aceh Utara – Haiqal Al Fikri, wartawan yang menjadi korban dugaan kekerasan oleh oknum anggota TNI saat meliput pertandingan sepak bola di Aceh Utara, kini telah dirujuk ke RS Cut Meutia Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, membenarkan bahwa Haiqal sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanah Luas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Lhokseumawe.
“Betul, korban sudah dirujuk ke Kota Lhokseumawe, sebelumnya dirawat di puskesmas,” kata Murhadi.
Korban tiba di RS Cut Meutia sekitar pukul 19.30 WIB. Saat ini, Haiqal masih menjalani pemeriksaan medis, termasuk menunggu proses pemeriksaan rontgen.
“ Saat ini korban sedang menunggu proses rontgen,” ujar KTU RS Cut Meutia, Jalaluddin.
Haiqal diketahui merupakan wartawan Beritamerdeka.net yang bertugas di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, mengaku telah menerima informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap Haiqal. PWI Aceh, kata dia, masih menunggu informasi lebih lengkap dari PWI Kota Lhokseumawe terkait kronologi kejadian.
“Kita sedang menunggu informasi lengkap dari PWI Kota Lhokseumawe. Baik sebagai wartawan atau ketua pemuda Desa Ampeh yang meleraikan kericuhan. Tapi kenapa oknum TNI menghantamnya,” ujar Nasir.
Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan sepak bola antargampong di Lapangan Bola Kaki Bumi Gas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Rabu (27/8/2026).
Menurut keterangan Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, Haiqal saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput pertandingan antara kesebelasan Gampong Ampeh dengan Gampong Trieng.
“Haiqal meliput warga kampungnya bertanding,” kata Murhadi.
Kericuhan disebut terjadi setelah pertandingan berakhir. Salah seorang pemain dari Gampong Trieng diduga melakukan selebrasi yang dinilai memprovokasi pendukung Gampong Ampeh.
Situasi kemudian memanas dan sejumlah suporter mencoba menegur pemain tersebut.
Haiqal yang selain menjalankan tugas sebagai wartawan juga merupakan warga Gampong Ampeh disebut berupaya melerai kericuhan agar tidak berkembang menjadi lebih besar.
Dalam situasi tersebut, seorang oknum anggota TNI yang disebut bertugas di Koramil Tanah Luas diduga menghantam Haiqal menggunakan lutut hingga mengenai bagian rusuknya.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami kesulitan bernapas dan kemudian dibawa ke Puskesmas Tanah Luas untuk mendapatkan perawatan.
Pihak keluarga Haiqal menyampaikan bahwa korban masih mengalami kesulitan bernapas setelah mengalami benturan pada bagian rusuk.
Keluarga juga menyatakan keberatan atas dugaan tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI tersebut dan berharap persoalan itu dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, NOA.co.id belum memperoleh keterangan resmi dari jajaran Kodim Aceh Utara maupun pihak TNI terkait dugaan kejadian tersebut.
Informasi mengenai identitas anggota TNI, kronologi lengkap, serta dugaan penyebab tindakan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
PWI Aceh juga masih melakukan penelusuran dan koordinasi dengan PWI Kota Lhokseumawe untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kejadian yang menimpa Haiqal.
Editor: Dahlan










