Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Pelatihan Pembinaan Majelis Taklim Perempuan di Hotel Kumala, Gampong Lamteh, Banda Aceh, Jumat (21/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 90 peserta dari 20 majelis taklim se-Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh bersama anggota DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad melalui dukungan dana APBK Banda Aceh.
Mengusung tema “Penguatan Peran Majelis Taklim dalam Membangun Keluarga Qurani, Berakhlak dan Berdaya”, kegiatan tersebut digagas Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh sebagai salah satu program prioritas kepemimpinan Illiza-Afdhal.
Dalam sambutannya, Illiza menekankan agar keberadaan majelis taklim mampu memberikan perubahan nyata dalam kehidupan para jamaah, khususnya dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Jangan sampai kita datang ke majelis taklim hanya karena seragam dan berkumpul. Jangan menjadikan keagamaan sebagai ajang bisnis. Tujuannya adalah untuk mencari rida Allah. Ketika kita keluar dari majelis, harus ada perubahan dalam diri kita,” ujar Illiza.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga, mendidik anak, meningkatkan akhlak, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Kegiatan ini jangan berhenti di pelatihan. Harus benar-benar melahirkan perubahan dan memberikan dampak nyata bagi perempuan-perempuan yang hadir,” katanya.
Illiza berharap pelatihan pembinaan majelis taklim dapat berkembang menjadi gerakan dakwah dan pendidikan keislaman yang mampu memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, penguatan majelis taklim juga penting untuk membangun sinergi dalam menjangkau masyarakat serta mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh.
Keberadaan majelis taklim dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu ruang bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan agama sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk. Asyibral Malasyi, menyampaikan dukungannya terhadap program pembinaan majelis taklim perempuan.
Ia menilai program tersebut penting untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai bagian utama dalam membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Program ini sangat penting untuk membina perempuan agar menjadi pilar keluarga yang Qurani dan berakhlak,” ujar Asyibral.
Editor: Dahlan










