Pidie Jaya – Setelah vakum selama dua tahun dari tahun 2024 s/d 2026 akhirnya Forum pengurangan Resiko Bencana ( FPRB) kabupaten Pidie Jaya mengelar Musyawarah Daerah (Musda) II untuk memilih ketua defenitif periode 2026-2031.
Pelaksanaan Musda tersebut di buka lansung oleh Bupati Pidie Jaya Tgk. H. Syibral Malasyi yang turut di hadiri oleh unsur Forkopimda, serta dari Kejaksaan Negeri, Makamah Syariah, Polri, BPBD, Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), para akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan juga unsur relawan kebencanaan, media, dunia usaha, hingga perwakilan komunitas. Meureudu, Aula kantor Kementerian Agama Komplek perkantoran Cot trieng, (5/7/2026).
Pelaksanaan Musda tersebut tercatat dua bakal calon yang memperebutkan kursi ketua FPRB untuk periode 2026-2031, diantaranya Muhammad Haykal, S.Kom dan Samsul Bahri, SE, yang di ikuti oleh 49 peserta perwakilan dari unsur pemerintah, organisasi kemanusiaan, komunitas, akademisi, media, dunia usaha, serta lembaga masyarakat yang telah ditetapkan sebagai anggota FPRB melalui SK Kepala Pelaksana BPBD.
Dalam pemilihan tersebut, Muhammad Haykal memperoleh suara yang signifikan degan jumlah 46 suara, sementara pesaingnya, Samsul Bahri, SE,hanya memperoleh 2 suara. Dari total 49 suara terdapat 1 suara tidak sah.
Hasil tersebut menunjukkan dukungan yang sangat kuat terhadap Muhammad Haykal untuk memimpin FPRB Pidie Jaya selama lima tahun ke depan. Dengan perolehan 46 suara, Haykal mengungguli Samsul Bahri dengan selisih yang cukup signifikan.
Terpilihnya Haykal diharapkan menjadi harapan baru bagi FPRB Pidie Jaya dalam memperkuat peran organisasi dalam upaya pengurangan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta membangun koordinasi yang lebih solid dengan pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan seluruh elemen masyarakat. (R).










