Home / Pemerintah Aceh

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Sinergi dengan Diaspora Aceh di Medan

mm Redaksi

Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Lembaga Wali Nanggroe berfoto bersama tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dan organisasi diaspora Aceh usai menggelar dialog penghimpunan aspirasi di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Lembaga Wali Nanggroe berfoto bersama tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dan organisasi diaspora Aceh usai menggelar dialog penghimpunan aspirasi di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Medan – Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) Lembaga Wali Nanggroe menggelar dialog bersama tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dan organisasi diaspora Aceh di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun berbagai aspirasi masyarakat Aceh di perantauan sebagai bahan penguatan implementasi MoU Helsinki dan UUPA.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan interaktif. Para peserta menyampaikan beragam pandangan terkait pelaksanaan butir-butir MoU Helsinki yang telah berjalan selama dua dekade, sekaligus memberikan masukan mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memperkuat kekhususan Aceh di masa mendatang.

Baca Juga :  Disorot Kemendagri, PWI Aceh Tegaskan Anggaran Iklan Pemerintah Bukan Sekadar Pencitraan

Dalam forum tersebut, sejumlah peserta menilai masih terdapat beberapa amanat MoU Helsinki dan UUPA yang memerlukan perhatian bersama agar implementasinya dapat berjalan lebih optimal. Karena itu, mereka berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen dalam menjaga perdamaian yang telah terbangun sekaligus memastikan berbagai ketentuan dalam UUPA dapat dilaksanakan secara maksimal.

Selain membahas implementasi regulasi, peserta juga menyoroti pentingnya memperkuat peran diaspora Aceh sebagai mitra pembangunan daerah. Masyarakat Aceh yang berada di luar daerah dinilai memiliki jaringan, pengalaman, dan sumber daya yang dapat berkontribusi dalam mendorong investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi budaya, hingga pengembangan ekonomi Aceh.

Baca Juga :  Malam Ini Mualem Terima Pena Emas, Sekda Nasir dan Dirut BAS Raih Award

Tim Kajian Lembaga Wali Nanggroe menjelaskan bahwa kegiatan penghimpunan aspirasi tidak hanya dilakukan di Aceh, tetapi juga menjangkau masyarakat Aceh yang berada di berbagai daerah di Indonesia. Seluruh masukan yang diterima akan dihimpun sebagai bahan kajian dan rekomendasi kepada Lembaga Wali Nanggroe dalam merumuskan langkah-langkah strategis terkait implementasi MoU Helsinki dan UUPA.

Menurut tim kajian, keberadaan diaspora Aceh memiliki posisi penting sebagai bagian dari masyarakat Aceh yang tetap memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Oleh sebab itu, komunikasi yang berkelanjutan antara Lembaga Wali Nanggroe dan diaspora akan terus diperkuat guna menciptakan sinergi dalam menjaga perdamaian, memperkuat nilai-nilai adat, serta mendukung pembangunan Aceh secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemulihan Pascabencana Aceh Capai Rp97,2 Triliun, Sekda M. Nasir Sinkronkan R3P dengan Pemerintah Pusat

Melalui dialog tersebut, Lembaga Wali Nanggroe berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat menjadi masukan konstruktif dalam memperkuat implementasi MoU Helsinki dan UUPA, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Aceh di perantauan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang memiliki tanggung jawab menjaga kekhususan Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Percepat Alih Kelola RSUD Cut Meutia untuk Dukung Program Kemenkes

Pemerintah Aceh

Realisasi APBA 2026 Capai 30,65 Persen, Sekda Aceh Tekankan Percepatan Kinerja SKPA

Pemerintah Aceh

Tinjau Dampak Banjir di Aceh Tengah, Wakil Gubernur Aceh Terjatuh ke Sungai Saat Akses Jalan Terputus

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Ungkap Lima Isu Prioritas: Perambahan Hutan, Karhutla, hingga Penguatan Syariat

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh: Transparansi Kunci Tingkatkan Kepercayaan kepada Baitul Mal

Pemerintah Aceh

TP PKK Aceh Siap Kolaborasi dengan RSUD Zainoel Abidin dan Baitul Mal Salurkan Kaki Palsu ke Seluruh Aceh

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Percepat Pemanfaatan Kayu Hanyutan Dukung Rehabilitasi Pascabanjir