Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengajak anak-anak Aceh untuk terus melestarikan berbagai permainan tradisional sebagai bagian dari menjaga warisan budaya leluhur sekaligus membangun karakter, sportivitas, dan kebersamaan.
Ajakan tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Kak Na saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di halaman Parkir Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Kak Na, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak karena dilakukan secara berkelompok dan melibatkan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh.
“Permainan tradisional cenderung dimainkan secara berkelompok dan penuh dengan gerakan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebugaran anak, menumbuhkan semangat berkompetisi, mempererat kekompakan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujar Kak Na saat mengunjungi anjungan Forum Anak Kota Banda Aceh.
Pada peringatan HAN 2026, Forum Anak Kota Banda Aceh menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti engklek, egrang kayu, egrang batok, bakiak, ular tangga, lompat tali, hingga hulahop. Booth tersebut juga menyediakan Pohon Harapan, tempat anak-anak menuliskan cita-cita dan harapan mereka untuk kemudian mendapatkan bingkisan.
Dalam suasana penuh keakraban, Kak Na bersama Staf Ahli TP PKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Meutia Juliana, turut mencoba sejumlah permainan tradisional bersama anak-anak, seperti bakiak batok, engklek, dan lompat tali.
Kak Na juga mengimbau para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai dan mendorong anak-anak lebih banyak berinteraksi secara langsung melalui permainan tradisional.
“Kami mengajak para orang tua dan ananda semua untuk sejenak meninggalkan gawai dan lebih banyak berkumpul bersama teman sebaya melalui permainan tradisional. Dengan begitu, kekompakan, semangat berkompetisi, dan kesehatan anak akan semakin terjaga,” katanya.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 semakin semarak dengan penampilan tari, lagu, musikalisasi puisi, serta seni tutur (story telling) yang dibawakan oleh siswa mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan Marching Band Gita Handayani binaan Dinas Pendidikan Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Aceh bersama Staf Ahli TP PKK Aceh turut membagikan empat unit sepeda kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) juga membuka layanan dan edukasi bagi masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan layanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA), Dinas Kelautan dan Perikanan membagikan seribu porsi bakso ikan gratis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menghadirkan tiga unit mobil perpustakaan keliling, sementara Dinas Sosial Aceh membuka layanan dukungan psikososial pascabencana dan trauma healing.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Kak Na menegaskan Pemerintah Aceh terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang ramah anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, berbagai program seperti penanganan stunting, pencegahan kekerasan terhadap anak, pencegahan pernikahan usia anak, serta edukasi anti-bullying akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak Aceh.
Editor: Dahlan










