Home / Pemko Banda Aceh / Pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:17 WIB

Lulusan SMK SMTI Banda Aceh Capai Serapan Kerja 84,9 Persen, Illiza Tekankan Inovasi dan Kompetensi

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Pengukuhan Kelulusan Angkatan ke-57 SMK SMTI Banda Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026 di Nanik Convention Hall, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Pengukuhan Kelulusan Angkatan ke-57 SMK SMTI Banda Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026 di Nanik Convention Hall, Kamis (16/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong lulusan sekolah vokasi agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan menghadirkan inovasi di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri Pengukuhan Kelulusan Angkatan ke-57 SMK SMTI Banda Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di Nanik Convention Hall, Kamis (16/7/2026).

Pada kesempatan itu, Illiza menyampaikan ucapan selamat kepada 232 lulusan SMK SMTI Banda Aceh yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan karakter di tengah masyarakat.

“Selamat kepada seluruh lulusan Angkatan ke-57 SMK SMTI Banda Aceh. Hari ini bukan sekadar perayaan kelulusan, tetapi awal dari perjalanan baru. Dunia kerja dan dunia industri telah menanti dengan berbagai tantangan sekaligus peluang yang harus kalian hadapi dengan ilmu, karakter, dan integritas,” ujar Illiza.

Baca Juga :  PKL di Bahu Jalan Ulee Lheue Ditertibkan Satpol PP-WH Banda Aceh Secara Humanis

Ia juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga pendidik, serta orang tua yang telah berperan dalam mendukung keberhasilan para siswa hingga menyelesaikan pendidikan.

Menurut Illiza, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ia mengapresiasi berbagai program yang dikembangkan SMK SMTI Banda Aceh, seperti Teaching Factory (TEFA), sertifikasi kompetensi, serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

Keberhasilan pendidikan vokasi tersebut, lanjut Illiza, terlihat dari tingginya tingkat penyerapan lulusan ke dunia kerja yang mencapai 84,9 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Meski demikian, Illiza mengingatkan bahwa persaingan dunia kerja terus berubah dan membutuhkan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Banda Aceh pada akhir 2025 masih berada di angka 7,30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Dorong Prestasi Atlet Muda Demi Mengharumkan Nama Daerah

“Saya berharap anak-anak kita tidak hanya bercita-cita menjadi job seeker, tetapi juga berani menjadi job creator. Bekal keterampilan yang dimiliki harus dipadukan dengan kreativitas, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, serta semangat berwirausaha agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” kata Illiza.

Ia juga mengajak para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan industri menuju green industry atau industri hijau yang menjadi arah pembangunan global.

Menurutnya, lulusan SMK SMTI Banda Aceh memiliki peluang besar untuk mengambil peran melalui inovasi, penguasaan teknologi, dan penerapan konsep industri yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Illiza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Melalui program CERDAS (Ciptakan Generasi Pintar dan Berkualitas) serta Banda Aceh Academy, pemerintah berupaya membuka ruang peningkatan kapasitas generasi muda dalam bidang vokasi, literasi digital, kewirausahaan, hingga ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Kemenag Perluas Beasiswa PJJ untuk Cetak Guru Profesional

“Kami ingin memastikan anak-anak muda Banda Aceh memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Illiza berpesan agar para lulusan terus menjaga integritas, akhlak, kedisiplinan, serta semangat untuk terus belajar.

“Ilmu dan sertifikat memang penting, tetapi karakter, kedisiplinan, dan etos kerja adalah bekal yang akan membawa kalian meraih kepercayaan dan kesuksesan. Ke mana pun melangkah, jagalah nama baik almamater, keluarga, dan Kota Banda Aceh,” tutup Illiza.

Ia berharap dari lulusan SMK SMTI Banda Aceh akan lahir tenaga profesional, inovator, wirausahawan, hingga pemimpin masa depan yang mampu memberikan manfaat bagi daerah dan bangsa.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Penutupan WUBI 2026, Illiza Ajak UMKM Aceh Tingkatkan Inovasi dan Akses Pembiayaan

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Ajak Anak Yatim Belanja Lebaran, 171 Anak dari Jaya Baru Terima Kupon Rp500 Ribu
Wamenag

Pendidikan

Wamenag Dorong Madrasah Jabar Jadi Pusat Keunggulan Pendidikan

Pemko Banda Aceh

Mendagri Tito Pimpin Rakor Rehab-Rekon Aceh, Illiza Tekankan Penguatan Ketahanan Daerah

Parlementarial

H. Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

Pemko Banda Aceh

Indonesia City Expo 2026 Jadi Ajang Banda Aceh Kenalkan Parfum, Tenun, dan Bordir Unggulan

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan “Banda Aceh Peduli” untuk Korban Banjir Bandang di Bireuen

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Buka Banda Aceh Art and Cultural Market, Hidupkan Kembali Taman Putroe Phang