Home / Parlementarial

Kamis, 23 April 2026 - 21:43 WIB

Irwansyah Pimpin Paripurna HUT ke-821 Banda Aceh Bernuansa Adat Istana Aceh

mm Redaksi

Peserta rapat paripurna HUT ke-821 Banda Aceh mengenakan busana adat Serune Kale di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Peserta rapat paripurna HUT ke-821 Banda Aceh mengenakan busana adat Serune Kale di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Seluruh pejabat daerah, unsur Forkopimda, dan anggota DPRK tampil mengenakan pakaian adat Aceh seperti baju laka, linto baro, kupiah meukeutop, hingga sunting khas Aceh.

Nuansa Adat dan Tradisi

Suasana peringatan semakin kental dengan tradisi ketika Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekda Banda Aceh Jalaluddin, serta jajaran SKPK melakukan konvoi berjalan kaki dari Balai Kota menuju Gedung DPRK.

Baca Juga :  Reposisi Banggar dan Pembahasan Qanun Aceh, DPRA Tegaskan Komitmen Legislasi

Perjalanan diiringi tabuhan rapai dan tiupan serune kale, menambah nuansa adat dalam peringatan hari jadi kota.

Setibanya di Gedung DPRK, rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRK Irwansyah bersama unsur pimpinan dewan.

Sidang Paripurna Istimewa

Sidang paripurna dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dinyanyikan penuh khidmat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan nuansa adat dan budaya Aceh yang kuat, mencerminkan identitas kota yang berakar pada sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.

Baca Juga :  HT Ibrahim Nilai Kinerja Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah Tunjukkan Tren Positif Keamanan Daerah
Pesan Sejarah dan Tanggung Jawab

Dalam pidatonya, Irwansyah menegaskan bahwa usia Banda Aceh bukan hanya hitungan waktu, tetapi merupakan jejak panjang peradaban dan ketangguhan kota.

Ia menyebut sejarah kejayaan Banda Aceh dari masa Kesultanan hingga bangkit pascabencana menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dijaga dan dilanjutkan.

“Sejarah ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi mandat untuk membangun masa depan,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah Kota

Sementara itu, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa momentum HUT ke-821 menjadi pengingat agar pembangunan kota harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Baca Juga :  Aulia Afridzal Resmi Jadi Sekretaris DPD PAN Banda Aceh Periode 2026–2031

Pemerintah Kota, kata dia, terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian harga dan operasi pasar, memperkuat layanan sosial, serta meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

Penutup

Peringatan HUT ke-821 ini menjadi refleksi bahwa Banda Aceh bukan hanya kota bersejarah, tetapi juga kota yang terus tumbuh dengan identitas budaya, nilai keislaman, dan semangat kebersamaan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Ini 5 Anggota Komisioner Baitul Mal Banda Aceh, Ditetapkan DPRK Sesuai Hasil Fit and Proper Test

Parlementarial

Retret Kepemimpinan Pemko Banda Aceh, DPRK Tekankan Kolaborasi untuk Percepat Pembangunan

Parlementarial

Kampung Nelayan Merah Putih di Toli-Toli Jadi Wujud Kemandirian Ekonomi Nelayan

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Terima Draf Qanun Bantuan Hukum dari YARA untuk Perkuat Perlindungan Warga Miskin

Parlementarial

Daniel Abdul Wahab Serahkan Bantuan Ambal Sajadah untuk Masjid Kemukiman Lamjabat

Parlementarial

Irwansyah Dorong BEM USK Aktif Respon Persoalan Publik di Aceh

Parlementarial

Anggota DPRA Khalid Pastikan Pelajar Asing di Aceh Aman dan Terlindungi

Parlementarial

Irwansyah Sambut Pengurus NU Banda Aceh, Dorong Dakwah Digital dan Konten Islami