Pidie Jaya – Kondisi perekonomian yang semakin menantang saat ini membuat banyak masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya merasa kesulitan dalam mencari peluang kerja. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menyuarakan keprihatinan terhadap kinerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pidie Jaya yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam membuka peluang melalui pelatihan kerja dan program pemberdayaan.
Muhammad Rizha, aktivis mahasiswa, menilai bahwa hingga saat ini Disnaker cenderung pasif dan belum mampu menghadirkan solusi nyata di tengah sulitnya kondisi ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Seharusnya Disnaker bisa menjadi garda terdepan dalam menciptakan pelatihan kerja. Namun sampai sekarang, belum terlihat adanya langkah nyata yang signifikan,” ujar Muhammad Rizha.
Menurutnya, jika Disnaker tidak hadir dan tidak bergerak aktif dalam situasi seperti sekarang, maka masyarakat akan semakin kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Bahkan, peluang untuk mendapatkan pekerjaan di sektor pemerintahan pun dinilai semakin sempit tanpa adanya peningkatan keterampilan yang difasilitasi oleh pelatihan kerja.
Ia juga menekankan bahwa Disnaker tidak seharusnya hanya bergantung pada anggaran daerah. Apabila dana dari pemerintah kabupaten terbatas, maka diperlukan upaya proaktif untuk menjalin koordinasi dan melobi dukungan dari tingkat provinsi demi mendorong pengembangan tenaga kerja masyarakat.
Selain itu, Muhammad Rizha mendorong agar Disnaker segera mengambil langkah strategis, seperti menggandeng sektor swasta, membuka pelatihan berbasis kebutuhan pasar, serta menghadirkan program yang relevan dengan kondisi saat ini.
Melalui pernyataan ini, ia berharap agar Disnaker Pidie Jaya dapat lebih responsif, terbuka, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi institusi yang pasif di tengah tuntutan dan kebutuhan yang semakin mendesak. (R)











