Pidie Jaya – Bencana Banjir bandang dan longsor yang telah meluluh lantahkan sejumlah pemukiman di Pidie Jaya yang terjadi pada tahun 2025 lalu hingga Maret 2026 masih meninggalkan duka bagi masyarakat Pidie Jaya.
Banjir bandang dan longsor tersebut telah memutus rantai kehidupan masyarakat, baik perekonomian maupun siklus pendidikan.
Amatan awak media ini, Senin 30 Maret 2026, sejumlah Sekolah dari jenjang pendidikan TK hingga sekolah menengah sampai saat ini masih bertahan belajar di tenda dengan fasilitas seadanya.
Salah satunya SMP Negeri 1 Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, dimana ruang belajar belum kondusif untuk digunakan akibat genangan lumpur banjir bandang, para siswa mengikuti pembelajaran di dalam tenda.
Mona salah satu guru SMP Negeri 1 Meurah dua kepada media ini mengatakan, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar di bawah tenda sangat terkendala dengan dukugan sara dan prasarana hingga sangat berpengaruh pada minat siswa.
” Hari ini pasca bencana dan libur hari raya Aidil Fitri, para siswa sudah wajib untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa, namun karena ruang belajar masih belum kondusif, maka sistem pembelajaran di laksanakan di dalam tenda ” ucap Mona
” Karena tidak ada ruang belajar, para siswa harus mengikuti pembelajaran dibawah tenda, terlihat anak anak sedang mengikuti gladi TKA ( Tek Kemampuan Akademik ) dengan fasilitas semampunya, karena semua Fasilitas sekolah yang terendam banjir lumpur, laptop yang rusak, serta ruang kelas yang belum kondusif dan perlu di rehab ” imbuhnya
Mona menambhakan, Ada sejumlah 86 siswa yang menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Meurah Dua, namun selama bencana mereka yang hadir baru sekitar 60 persen, mengingat meraka juga sebagai korban tentunya sangat berpengaruh kepada psikologi akan semangat dan motivasi untuk mengikuti pembelajaran, apalagi belajarnya dibawah tenda.
Lanjutnya, SMP Negeri 1 Meurah Dua sangat mengharapkan adanya tempat yang memadai seperti sekolah darurat, apalagi dalam waktu dekat ini akan memasuki tahun ajaran baru, tentunya akan sangat membantu untuk memotivasi siswa agar mengikuti pembelajaran.
” Memasuki tahun ajaran baru kalau masih belajar di bawah tenda kemungkinan besar peserta didiknya akan berkurang ” Pungkasnya ( R )











