Home / Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 12:59 WIB

Tahun Ajaran Baru Di Depan Mata, Para  Siswa Masih Bertahan  Di Dalam Tenda 

mm Muhammad Rissan

Para Siswa Siswi SMP Negeri 1 Meurah Dua, Pidie Jaya. Sedang Mengikuti Gladi TKA (Tek Kemampuan Akademik) di dalam Tenda. Senin ( 30/3/2026). Foto:Dok/Muhammad Rissan

Para Siswa Siswi SMP Negeri 1 Meurah Dua, Pidie Jaya. Sedang Mengikuti Gladi TKA (Tek Kemampuan Akademik) di dalam Tenda. Senin ( 30/3/2026). Foto:Dok/Muhammad Rissan

Pidie Jaya – Bencana Banjir bandang dan longsor yang telah meluluh lantahkan sejumlah pemukiman di Pidie Jaya yang terjadi pada tahun 2025 lalu hingga Maret 2026 masih meninggalkan duka bagi masyarakat Pidie Jaya.

Banjir bandang dan longsor tersebut telah memutus rantai kehidupan masyarakat, baik perekonomian maupun siklus pendidikan.

Amatan awak media ini, Senin 30 Maret 2026, sejumlah Sekolah dari jenjang pendidikan TK hingga sekolah menengah sampai saat ini masih bertahan belajar di tenda dengan fasilitas seadanya.

Salah satunya SMP Negeri 1 Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, dimana ruang belajar belum kondusif untuk digunakan akibat genangan lumpur banjir bandang, para siswa mengikuti pembelajaran di dalam tenda.

Baca Juga :  Enam Atlet Aceh Timur Lolos Popnas XVII, Bupati Iskandar Beri Pesan Khusus

Mona salah satu guru SMP Negeri 1 Meurah dua kepada media ini mengatakan, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar di bawah tenda sangat terkendala dengan dukugan sara dan prasarana hingga sangat berpengaruh pada minat siswa.

” Hari ini pasca bencana dan libur hari raya Aidil Fitri, para siswa sudah wajib untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa, namun karena ruang belajar masih belum kondusif, maka sistem pembelajaran di laksanakan di dalam tenda ” ucap Mona

Baca Juga :  Wabup Asahan Buka Hari Indonesia Menabung 2025, Dorong Kesadaran Finansial Pelajar

” Karena tidak ada ruang belajar, para siswa harus mengikuti pembelajaran dibawah tenda, terlihat anak anak sedang mengikuti gladi TKA ( Tek Kemampuan Akademik ) dengan fasilitas semampunya, karena semua Fasilitas sekolah yang terendam banjir lumpur, laptop yang rusak, serta ruang kelas yang belum kondusif dan perlu di rehab ” imbuhnya

Mona menambhakan, Ada sejumlah 86 siswa yang menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Meurah Dua, namun selama bencana mereka yang hadir baru  sekitar 60 persen, mengingat meraka juga sebagai korban tentunya sangat berpengaruh kepada psikologi akan semangat dan motivasi untuk mengikuti pembelajaran, apalagi belajarnya dibawah tenda.

Baca Juga :  ATM Drive Thru Bank Aceh Hadir di Pusat Kota Banda Aceh, Dorong Transformasi Digital Perbankan Syariah

Lanjutnya, SMP Negeri 1 Meurah Dua sangat mengharapkan adanya tempat yang memadai seperti sekolah darurat, apalagi dalam waktu dekat ini akan memasuki tahun ajaran baru, tentunya akan sangat membantu untuk memotivasi siswa agar mengikuti pembelajaran.

” Memasuki tahun ajaran baru kalau masih belajar di bawah tenda kemungkinan besar peserta didiknya akan berkurang ” Pungkasnya ( R )

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodim 0106/Aceh Tengah Pastikan 8 Unit CCTV Terpasang di KDKMP Pondok Balik
Kapolres Lhokseumawe

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Maulid Nabi di SMKN 1, Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasul

Daerah

Pak Ben Dorong Distan Usul Rehab Krueng Jreu-Seuneubok ke APBN 2026

Daerah

Dugaan Korupsi di KEK Arun, Hari Ini Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Dimintai Keterangan

Daerah

Bantuan Pokir Sajadah Tersalurkan, Kepala Desa Sampaikan Rasa Syukur Dan Terimakasih

Daerah

Kembangkan Kacang Koro Pedang Jadi Solusi Alternatif Bahan Baku Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba Kementerian ESDM 2026

Daerah

BSI Aceh Audiensi dengan Pangdam IM Bahas Sinergi

Daerah

Mayjen TNI Joko Hadi Susilo Buka Gerakan Pasar Murah di Banda Aceh