Home / Aceh Barat / Hukrim

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:03 WIB

Oknum Prajurit TNI Diduga Pukul Warga di Aceh Barat, Korem 012/Teuku Umar Fasilitasi Mediasi Damai

mm Redaksi

Penandatanganan surat pernyataan damai antara keluarga korban dan oknum prajurit TNI di Kabupaten Aceh Barat, sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan proses hukum militer, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Penandatanganan surat pernyataan damai antara keluarga korban dan oknum prajurit TNI di Kabupaten Aceh Barat, sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan proses hukum militer, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Barat – Proses mediasi dan penandatanganan surat pernyataan damai terkait dugaan tindakan pemukulan terhadap seorang warga oleh oknum prajurit TNI di wilayah Kabupaten Aceh Barat resmi dilaksanakan pada Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah penyelesaian secara kekeluargaan yang difasilitasi oleh jajaran Korem 012/Teuku Umar sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menyikapi insiden yang terjadi.

Mediasi ini digelar dengan mengedepankan asas musyawarah dan mufakat, tanpa mengesampingkan proses hukum yang berlaku di lingkungan militer. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan dihadiri oleh sejumlah pejabat Korem 012/TU, di antaranya Kasrem 012/TU, Kakumrem 012/TU, serta para pejabat staf terkait. Turut hadir aparatur Desa Panggong, yakni Keuchik Desa Panggong Iskandar, S.Pd., dan Tuha Peut Deni Sandi, bersama kedua orang tua korban, Nasruddin dan Musriani, serta keluarga korban lainnya.

Baca Juga :  Aceh Barat Tindaklanjuti Lahan Terminal Tipe A untuk Pembangunan Sekolah Rakyat PSN

Dalam kesempatan tersebut, Kasrem 012/TU Letkol Inf Hendra Mirza menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban atas tindakan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI.

“Atas nama Korem 012/TU, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas kejadian pemukulan yang dilakukan oleh oknum prajurit kami. Peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi kami agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Kasrem juga menegaskan bahwa walaupun penyelesaian dilakukan melalui jalur mediasi dan telah tercapai kesepakatan damai, proses penyelidikan dan penegakan disiplin terhadap oknum prajurit tetap berjalan sesuai ketentuan hukum militer. Institusi TNI, khususnya Korem 012/TU, berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya sesuai aturan yang berlaku.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional, pihak Korem 012/TU juga menyatakan kesediaan untuk menanggung biaya pengobatan korban sesuai dengan permintaan dan kesepakatan bersama keluarga.

Baca Juga :  Napak Tilas Teuku Umar ke-127 di Aceh Barat: Bupati Tarmizi Tekankan Makna Perjuangan, Bukan Lomba

Permohonan maaf secara langsung turut disampaikan oleh oknum prajurit TNI kepada pihak keluarga korban. Nasruddin selaku ayah korban menerima permohonan maaf tersebut, dengan harapan peristiwa ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

Untuk memastikan kondisi kesehatan korban, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan rontgen di Rumah Sakit Kesrem Meulaboh. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dibacakan oleh dr. Indah, kondisi korban dinyatakan dalam keadaan normal dan tidak ditemukan adanya patah tulang pada bagian dada maupun bahu kiri. Meski demikian, pihak keluarga tetap diminta untuk memantau kondisi korban secara berkala guna memastikan pemulihan berjalan optimal.

Selanjutnya, oknum prajurit bersama keluarga korban menandatangani surat pernyataan damai yang disaksikan langsung oleh aparatur Desa Panggong. Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya proses mediasi secara resmi.

Baca Juga :  Polisi Gelar Patroli Dialogis, Warga Meulaboh Rasakan Aman

Meski telah tercapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak, berdasarkan arahan Danrem 012/TU, proses hukum terhadap oknum prajurit tetap dilimpahkan ke satuan masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku. Hal ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan menjaga marwah TNI di tengah masyarakat.

Melalui penyelesaian ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, tetap terjaga dengan kondusif. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh prajurit TNI untuk senantiasa menjunjung tinggi disiplin, etika, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di setiap wilayah penugasan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kejati Sultra Tetapkan Direktur PT KMR sebagai Tersangka Korupsi Ore Nikel Rp100 Miliar

Daerah

Polres Lhokseumawe Selesaikan Sengketa Tanah Lewat Restorative Justice, Perangkat Desa Terlibat Langsung

Aceh Barat

DPRK Sahkan RPJMD 2024–2029 dan Qanun Industri, Bupati Aceh Barat Apresiasi Dukungan

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Perkuat Peran Pemuda dalam Penanggulangan Bencana

Aceh Barat

ASN Aceh Barat Bersihkan Pantai Ujung Karang, Pemkab Dorong Gerakan Indonesia Asri

Aceh Barat

TMMD Ke-127 di Aceh Barat Dinilai Berdampak Positif, Wabup Said: Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Dorong Pelarangan Permainan Domino, Ini Alasan Bupati Tarmizi
Pembobol Rumah Kosong

Hukrim

Dua Pembobol Rumah Kosong Ditangkap, Satu Buron di Banda Aceh