Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:15 WIB

Jelang Ramadhan, Pemerintah Aceh Targetkan 6.060 Huntara Tuntas dan Operasi Pasar Digelar

mm Redaksi

Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan pascabencana dan kesiapan Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan pascabencana dan kesiapan Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2/2026). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Sekda Aceh menegaskan stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal menjadi prioritas utama menjelang Ramadhan. Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih terdapat warga yang bertahan di tenda darurat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas M. Nasir.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Dorong ASN Disdik Miliki Growth Mindset dan Tingkatkan Kompetensi Siswa

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu pembangunan rumah permanen, penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang dipastikan tetap berlanjut.

Dalam hal distribusi logistik, Sekda mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia meminta pendistribusian bantuan dilakukan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ujarnya.

Baca Juga :  Plt. Sekda Aceh: E-Purchasing Harus Dipahami dan Diakselerasi, Realisasi Pengadaan Masih 21,06%

Di sektor kesehatan, sebanyak 307 dari 309 Puskesmas telah kembali beroperasi. Meski demikian, penguatan layanan kesehatan tetap diminta hingga tiga bulan ke depan, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas.

Sementara di sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75 persen. Pemerintah juga menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi melalui koordinasi lintas instansi.

Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan. Pembangunan Jembatan Bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Baca Juga :  Pemprov Aceh Siapkan Aceh Wakaf Summit 2025

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, pemerintah akan menggelar operasi pasar. Selain itu, pemerintah juga akan menyurati PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak.

Menyikapi peringatan BMKG terkait potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam serta memperkuat sistem mitigasi berbasis pengalaman bencana sebelumnya.

“Kita akan menyurat resmi ke PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Hadiri Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di Tangerang

Pemerintah Aceh

Wakil Gubernur Aceh Cek Kondisi Jalan Rusak dan Layanan Air Bersih di Aceh Tamiang

Daerah

Sekda Aceh Temui Bupati Aceh Timur, Bahas Penanganan Dampak Banjir

Pemerintah Aceh

Mualem Pimpin Rapat Bahas Validasi Data JKA Bersama Sekda dan Dinkes

Daerah

Kunjungi Sekolah Darurat Tanoh Jamboe Aye, Bunda Guru Aceh Beri Motivasi Siswa Terdampak Bencana

Pemerintah Aceh

Mulai 1 Mei 2026, JKA Tak Lagi untuk Semua: Pemerintah Aceh Prioritaskan Masyarakat Desil 1–7

Pemerintah Aceh

Didampingi Menko PMK, Wagub Aceh Serahkan Bantuan Rumah Rusak bagi Korban Banjir dan Longsor di Bireuen

Pemerintah Aceh

Temui Dubes UEA, Fadhlullah Jajaki Investasi Energi dan Pariwisata Aceh