Home / Aceh Barat

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:15 WIB

Mahasiswa STIK/PTIK Angkatan 83 Hadirkan Trauma Healing dan Bansos di Gampong Jambak

mm Syaiful AB

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika (WPS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis (12/02/26). Dok. Polres Aceh Barat

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika (WPS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis (12/02/26). Dok. Polres Aceh Barat

Aceh Barat – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika (WPS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (12/02/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak bencana, sekaligus penyaluran bantuan sosial (bansos) sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa Polri aktif kepada masyarakat.

Hadirkan Keceriaan dan Pendampingan Psikologis

Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam sesi trauma healing, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui permainan edukatif, motivasi ringan, dan pendampingan psikologis sederhana.

Anak-anak yang sebelumnya tampak cemas dan murung perlahan menunjukkan senyum ceria. Gelak tawa terdengar di sela-sela permainan, menciptakan atmosfer positif di tengah situasi pascabencana.

Trauma healing ini tidak sekadar hiburan. Para mahasiswa berupaya membangun kembali rasa percaya diri anak-anak, menumbuhkan semangat belajar, serta memotivasi mereka agar tetap tegar menghadapi kondisi sulit. Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Tegaskan Komitmen Good Governance Usai DPRK Sahkan Raqan 2025

Selain anak-anak, warga dewasa juga diajak berdialog santai untuk mengurangi beban psikologis yang mereka rasakan akibat bencana.

Salurkan Sembako dan Satu Ekor Sapi untuk Meugang

Di sela kegiatan, mahasiswa STIK/PTIK Angkatan ke-83 turut menyalurkan bansos berupa paket sembako, kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, hingga peralatan ibadah.

Yang menarik, mereka juga menyerahkan satu ekor sapi guna mendukung tradisi Hari Meugang menjelang Bulan Ramadhan. Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi makan daging bersama, tetapi juga simbol kebersamaan, solidaritas, dan rasa syukur.

Bantuan tersebut diterima warga dengan penuh haru. Paket sembako membantu memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, sementara bantuan sapi memiliki nilai sosial dan budaya yang mempererat ikatan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Polres Aceh Barat Peringati Hari Juang Polri 2025, Puluhan Personel Berprestasi Dapat Penghargaan

Perkuat Komunikasi Kemanusiaan

Tak hanya menyalurkan bantuan, mahasiswa juga melakukan komunikasi kemanusiaan dengan warga. Mereka mendengarkan langsung keluhan, harapan, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Interaksi ini menciptakan kedekatan emosional antara mahasiswa Polri aktif dan warga. Kehadiran mereka tidak lagi dipandang semata sebagai aparat penegak hukum, melainkan mitra sosial yang peduli dan siap membantu.

Suasana hangat terlihat ketika warga berbagi cerita tentang pengalaman mereka menghadapi bencana. Anak-anak pun tampak antusias mengikuti rangkaian permainan dan edukasi ringan yang dibawakan mahasiswa.

Keceriaan yang muncul menjadi bukti bahwa sentuhan kemanusiaan mampu membangkitkan kembali semangat dan harapan warga.

Kapolres: Fondasi Polri Presisi dan Humanis

Kapolres Aceh Barat, Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  DPRK Sahkan RPJMD 2024–2029 dan Qanun Industri, Bupati Aceh Barat Apresiasi Dukungan

Menurutnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa STIK/PTIK Angkatan ke-83 menjadi sarana pembinaan karakter, kepedulian sosial, serta kepemimpinan humanis bagi personel Polri yang tengah menempuh pendidikan tingkat lanjut.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung, menanamkan nilai kemanusiaan, dan mengasah kepekaan sosial. Ini merupakan fondasi penting bagi Polri yang presisi dan humanis, yang hadir tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut berdampak positif dan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Semakin sering mahasiswa Polri hadir dengan kegiatan sosial dan bansos, semakin besar pula kepercayaan publik terhadap Polri. Kegiatan seperti ini juga memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, sehingga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling peduli,” pungkas AKBP Yhogi Hadisetiawan.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Polres Aceh Barat

Aceh Barat

Polres Aceh Barat Intensifkan Patroli Wisata Akhir Pekan

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Serahkan SK Plt kepada Dua Pejabat, Tekankan Tugas Prioritas

Aceh Barat

IPKD MCSP 2025: Aceh Barat Naik ke Peringkat 2, Capaian Berkat Dukungan Bupati Tarmizi

Aceh Barat

Pelantikan Pejabat Aceh Barat di Tugu Kupiah Teuku Umar, Bupati Tarmizi: Ini Melanjutkan Perjuangan Teuku Umar

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Raih Serambi Ekraf Awards 2025 Berkat Inovasi Eceng Gondok

Aceh Barat

Dekranasda Aceh Barat Gelar Pelatihan Bordir untuk Tingkatkan Daya Saing IKM

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Tekankan Efisiensi Anggaran di Aceh Barat

Aceh Barat

Ngantor Sehari di Desa Terpencil, Bupati Aceh Barat Ajak SKPK Serap Aspirasi Warga