Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kuta Cot Glie dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung UDKP Kecamatan Kuta Cot Glie, Senin (9/2/2026).
Musrenbang dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Abdullah, S.Sos, yang mewakili Bupati Aceh Besar. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Abdullah menegaskan bahwa pembangunan merupakan proses perubahan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan berbagai aspek kehidupan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara terpadu, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat,” ujar Abdullah.
Ia menjelaskan, perencanaan pembangunan daerah sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang menekankan keterpaduan pendekatan politis, teknokratis, dan partisipatif, serta sinergi antara pendekatan top-down dan bottom-up.
Abdullah juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Aceh Besar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ekonomi Aceh Besar pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,95 persen, melampaui target sebelumnya sebesar 4,0 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa perekonomian Aceh Besar terus bergerak ke arah yang positif,” ungkapnya.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Besar tahun 2025 mencapai 77,46, meningkat 0,89 poin dibandingkan tahun 2024. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat sebesar Rp42,99 juta per tahun, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 11,5 persen, turun 2,16 persen dari tahun sebelumnya.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menargetkan angka kemiskinan turun hingga 9,91 persen pada tahun 2027 melalui penguatan program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan tunai, stabilisasi harga kebutuhan pokok, hingga program makan bergizi bagi anak sekolah,” jelas Abdullah.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh Besar tahun 2025 tercatat sebesar 7,93 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah terus mendorong pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan ekonomi kreatif, serta digitalisasi UMKM.
Sementara di bidang kesehatan, percepatan penurunan stunting masih menjadi prioritas utama melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pelaksanaan rembuk stunting dari tingkat gampong hingga kecamatan, serta program makan bergizi gratis dan rumah gizi gampong.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur, S.Kom, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk memastikan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi ruang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penganggaran daerah,” tegas Naisabur.
Ia juga menyoroti persoalan kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja, khususnya di wilayah kecamatan yang masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian. Infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan irigasi masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Sementara itu, Camat Kuta Cot Glie, Mulyono, SE, menyampaikan bahwa Kecamatan Kuta Cot Glie memiliki jumlah penduduk sekitar 14.900 jiwa, dengan potensi utama di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Namun, ia menyoroti persoalan krisis pengairan sawah yang kerap dialami petani, terutama saat musim kemarau.
“Sistem irigasi yang belum memadai sangat berisiko menyebabkan gagal panen. Ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkap Mulyono.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan bantuan pengembangan sektor peternakan, peningkatan ekonomi masyarakat, dukungan sektor pendidikan, serta penyelesaian pembangunan masjid besar kecamatan yang belum rampung.
Menutup sambutannya, Mulyono berharap hasil Musrenbang dapat dikawal dan direalisasikan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat Kuta Cot Glie.
Musrenbang RKPD Kecamatan Kuta Cot Glie Tahun 2027 ini turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRK Aceh Besar, Ketua MPU, Ketua Majelis Adat Kecamatan, unsur TNI-Polri, kepala OPD terkait, keuchik, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, serta Tim Penggerak PKK Kecamatan Kuta Cot Glie.
Editor: Dahlan












