Home / Aceh Barat / Pemerintah / Peristiwa

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:17 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, Pemkab Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa di Seluruh Kecamatan

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM meninjau lokasi sekaligus membahas rencana pelaksanaan shalat istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan kebakaran lahan di Aceh Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM meninjau lokasi sekaligus membahas rencana pelaksanaan shalat istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan kebakaran lahan di Aceh Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat terus meluas dan berdampak pada sejumlah kecamatan. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM menginstruksikan pelaksanaan shalat istisqa (shalat minta hujan) secara serentak di seluruh kecamatan, termasuk di dayah dan pesantren.

Shalat istisqa tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, dan akan dibimbing langsung oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah musim kemarau panjang yang saat ini melanda wilayah Aceh Barat.

Baca Juga :  Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT ke-80 RI di Istana Pecahkan Rekor Pendaftaran

Bupati Tarmizi menjelaskan, sebagai langkah persiapan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menggelar rapat teknis yang melibatkan unsur terkait guna memastikan pelaksanaan shalat istisqa berjalan tertib dan serentak di seluruh wilayah.

“Rapat teknis ini penting agar pelaksanaan shalat istisqa dapat berjalan dengan baik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Tarmizi, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya dan dapat memperparah kondisi kebakaran yang sudah terjadi.

Baca Juga :  Wabup Aceh Barat Lepas Calon Mahasiswa ke Universitas Al-Azhar Kairo

“Apabila ada masyarakat yang terbukti melakukan pembakaran lahan atau tindakan yang memicu kebakaran, jangan salahkan pemerintah jika nantinya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tarmizi menjelaskan bahwa saat ini Aceh Barat tengah memasuki musim kemarau, ditandai dengan tidak adanya awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan di wilayah udara Aceh Barat. Kondisi tersebut menyebabkan upaya modifikasi cuaca belum dapat dilakukan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, mengingat berdasarkan prakiraan cuaca, belum terdapat potensi hujan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Tinjau SDN Paya Baro, Pastikan Sekolah Tidak Ditutup

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya maksimal dalam penanganan kebakaran. Proses pemadaman api dilakukan siang dan malam dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Upaya penanganan kebakaran juga diperkuat dengan tambahan pasukan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berasal dari Sibolangit. Pasukan tersebut telah berada di Aceh Barat selama dua hari terakhir untuk membantu proses pemadaman dan pengendalian kebakaran lahan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Perkuat Program Organisasi, DWP Aceh Barat Matangkan Rencana Kerja 2026

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Kukuhkan Paskibraka 2025 di Aula Teuku Umar

Aceh Besar

Binaan Pemkab Aceh Besar, BUMG Meunasah Balee Juara III Lomba Desa Wisata Nusantara 2025
Pemkab Aceh Barat

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Tambah Armada Skylift untuk Perkim
Bupati Tarmizi

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Apresiasi Dukungan DPRK pada KUA PPAS 2026

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Latih Guru dan Siswa dengan Metode Gasing, Tarmizi: Pendidikan Prioritas Utama

Aceh Barat

Tarmizi SP: Pencabutan Pergub JKA Jadi Momentum Pembenahan Data Penerima Layanan Kesehatan

Daerah

Lagi, Kodam IM menerima penyerahan satu pucuk senjata sisa konflik dari masyarakat